Senin, 27 Juli 2020

Tujuh Kegiatan yang Bisa Dilakukan Di Rumah Agar Anak Tetap Bahagia Selama Pandemi Corona


Kebahagiaan anak adalah nomor satu ya, Ayah Bunda. Anak bahagia, ayah Bunda pasti lebih bahagia. Begitu pun sebaliknya, anak bersedih pasti ayah dan bunda lebih sedih lagi. Dalam situasi seperti sekarang ini, di mana pandemi corona mengharuskan setiap orang termasuk anak untuk membatasi akses keluar rumah, demi memutus mata rantai penyebaran virus covid-19. Keadaan tersebut dapat menyebabkan rasa bosan dan anak bisa saja tak betah di rumah saja.

            Di rumah terus tentu bukan perkara mudah, karena anak terbiasa keluar untuk beraktivitas. Sama dengan orang tua, anak pun dapat mengalami depresi dengan aktivitas yang monoton. Apalagi ditambah dengan tugas sekolah yang tak sedikit, membuatnya makin lelah. Mind set anak yang terbiasa bahwa rumah adalah tempatnya istirahat dan bersenang-senang seketika diubah menjadi tempat sekolah dan berpikir keras. Situasi ini tentu saja bisa menyebabkan anak tidak bahagia. 

Baca juga :

            Tapi sebenarnya ayah Bunda ada lo kegiatan yang dapat dilakukan bersama anak selama pandemi dan di rumah saja. Saya yakin ini akan membuat anak semangat lagi dan tidak bosan. Kegiatan ini juga dapat meningkatkan kreativitas, menambah wawasan dan skill anak. Apa saja sih kegiatannya? Yuk kita simak sebagai berikut :

1.      Bermain bersama

Bermain adalah kegiatan yang sangat disukai anak. Dengan bermain, anak dapat bebas mengekspresikan diri, mencoa hal baru dan tertawa lepas. Bermain bersama Ayah atau Bunda tentu saja akan sangat disukai anak. Apalagi jika tidak pernah dilakukan oleh ayah bunda, mumpung ada di rumah kan? Kapan lagi? Oleh karena itu, cobalah Ayah Bunda meluangkan waktu untuk bermain bersama anak.

Permainan yang dilakukan bisa tradisional maupun modern. Tardisional seperti engklek, lompat tali, dakon dan lain-lain. Ini sangat bermanfaat bagi anak lo. Selain dapat mengenalkan permainan tradisional, juga dapat menyehatkan fisik anak terutama bagi permainan yang menggunakan kekuatan fisik.

Selain permainan tradisional, ayah bunda juga bisa kok sesekali mencoba main game di smartphone bareng anak, atau main PS bareng. Pasti seru deh, asal jangan lupa waktu ya, Ayah bunda hehe. Untuk permainan yang berbasis screen sebaiknya dibatasi waktunya.


2.      Olahraga

Olahraga memiliki fungsi selain meningkatkan stamina tubuh sehingga daya tubuh meningkat, juga dapat mengurangi stres. Stres bisa menghinggapi smeua kalangan termasuk juga anak-anak.

Beberapa olahraga menarik yang bisa dilakukan bersama anak adalah : Bersepeda bersama, sepakbola, tenis meja, badminton, lari hingga jalan kaki. Bahkan hanya jalan-jalan menelusuri sungai juga termasuk olahraga yang menyenangkan lo.


3.      Masak Bersama

Mungkin anak bunda termasuk anak yang hobi praktik. Dia akan jenuh jika tak melakukan apa-apa. Bisa jadi dia malah bongkar-bongkar mainan atau mencari kesibuakn lain yang kurang menguntungkan. Nah untuk menyalurkan hobinya, bunda bisa lo memiliki jadwal maska bersama bersama anak.

Carilah menu yang gampang namun anak suka atau doyan memakannya. Pengalaman memasak ini akan sangat berharga bagi anak, karena selama prosesnya anak jadi tahu banyak hal. Dan mungkin hingga besar nanti dia akan mengingatnya.



4.      Belajar Bersama

Belajar di rumah sendirian terus tiap hari, tentu saja sangat menjemukan. Anak butuh variasi juga layaknya orang tua. Nah agar anak memiliki semangat terus saat belajar, cobalah untuk belajar bersama. Ayah bekerja, Ibu belajar dan kakak juga sama. Jika punya adik juga diajak belajar yang sesuai umurnya. Bisa juga jika memiliki keponakan yang sekelas diajak gabung belajarnya, saya yakin anak akan suka.

5.      Piknik Tipis-Tipis

Di era new normal ini, pemerintah sebenarnya sudah mulai melonggarkan aturan-aturan bepergian jarak jauh, asal tetap patuh protokol Kesehatan. Tetapi banyak keluarga yang tetap pada keputusannya di rumah saja agar lebih aman. Nah menyiasati agar anak tidak bosan, ayah bunda bisa mengajak Ananda piknik tipis-tipis. Ayah bunda bisa cari tempat piknik yang tak terlalu ramai pengunjung dan tidak terlalu jauh dari rumah tentunya, agar bisa pulang pergi. Jangan memikirkan refreshing itu harus selalu ke tempat mewah dan megah, dengan hanya pergi ke kebun, sawah atau kali saja anak itu sudah senang banget.

Ayah Bunda juga bisa menyulap halaman yang luas atau halaman belakang atau bagian rooftop rumah yang belum dibangun menjadi tempat piknik atau camping. Bisa membawa tikar, lalu makanan dan memainkan alat musik.

6.      Video Call Sahabat

Ini sih sangat menyenangkan bagi anak. Cobalah sesekali beri kesempatan anak untuk video call bersama sahabatnya. Biarkan dia ngobrol sebebas-bebasnya. Saya sudah sering melakukannya, dan anak saya tampak sangat bahagia. Hal ini sangat bermanfaat bagi anak agar tidak merasa telah kehilangan sahabat baiknya. Dan lewat percakapan itu, anak akan tahu bahwa tidak hanya dirinya yang bosan tapi juga sahabatnya. Bukankah orang tua juga sangat senang kalau curhat? Hehehe

7.      Membuat Channel Youtube


Nah, untuk menambah pengalaman baru bagi anak, bisa juga membuat channel yutub sendiri atau keluarga nih, Ayah Bunda. Belakangan ini, hampir Sebagian besar anak sudah mengenal vlog. Banyak dari anak tersebut juga yang disupport orang tuanya menjadi youtuber cilik. Bahkan tak sedikit anak yang mulai berubah cita-cita ingin menjadi Youtuber hehe… Bukan hal yang tidak baik bukan jika anak memiliki keinginan tersebut?

Banyak ide kreatif yang bisa ditampilkan di channel yutub keluarga maupun pribadi. Informasi yang disampaikan pun bisa bermanfaat bagi orang lain. Ayah Bunda bisa membuat tutorial memasak, bermain, make up, murojaah, membaca buku (read aloud), berbagi info, bahkan video jalan-jalan atau video kocak bisa dijadikan konten. Dengan sedikit kreativitas, ayah dan bunda bisa seru-seruan dengan anak di channel yutub sendiri. Jika banyak subcribernya, yutub juga menjanjikan penghasilan yang sangat lumayan. Mantap bukan? Dari kegiatan ini anak akan belajar sisi positif dari penggunaan teknologi, bukan hanya main-main atau nonton-nonton doang.

            Nah itulah tujuh kegiatan yang bisa dilakukan di rumah bersama anak  selama pandemi masih berlangsung. Sangat mudah dilakukan mumpung masih di rumah saja ya, Ayah Bunda. Maksimalkan berdekatan dengan anak, apalagi jika biasanya bekerja seharian. Mengembangkan kegiatan atau hobi positif saat ini adalah pilihan yang tepat menurut saya. Yang pasti dengan tujuan agar anak tidak bosan dan tetap bahagia menjalani hari-harinya.

Tetaplah menjaga Kesehatan dan immunitas tubuh kita, karena virus covid-19 masih belum berakhir. Tetap lebih baik mencegah dari pada mengobati dengan patuh protokol kesehatan.

Salam sehat dan semangat dari kota Majapahit,

Yeti Nurmayati

 

 

Kamis, 09 Juli 2020

Proses Kreatif Pembuatan Buku Pemenang Sayembara Penulisan Bahan Bacaan Literasi 2019 Jawa Timur : Hai Apa Itu dan Iyan Kesatria Jaranan

Tahun 2019 bagi saya adalah tahun yang penuh perjuangan sekaligus mengesankan. Bagaimana tidak, di tahun kemarin perjuangan saya di bidang kepenulisan mengalami peningkatan signifikan. Saya yang memutuskan untuk focus menekuni buku anak, harus mengepush diri agar segera “naik kelas” dan segera mendapatkan hasil. Selain berbagai training kepenulisan online yang saya terus ikuti, saya juga mencoba menembus beberapa penerbit besar. Bagi saya, satu training harus menghasilkan satu naskah yang acc di penerbit mayor. Dan, alhamdulillah, Allah memberikan kemudahan. Banyak naskah yang acc di tahun lalu, walau pun saat ini tak semua bisa terbit karena pandemi corona.

BELAJAR, PRAKTIK, DAN KIRIM!

Baca juga :

Ya, itu adalah senjata atau rahasia yang saya jalankan di tahun 2019. Belajar ke banyak senior, latihan atau praktik, hasilnya kirim ke penerbit mayor. Entah mengapa, setiap kali mengirin naskah saya merasa kalau naskah itu akan acc, karena unik. Saya memang tidak sembarang juga mengambil tema yang akan ditulis, biasanya saya survey minimal ke toko buku Gramedia atau lihat postingan medsos penerbit. Ketika tema yang saya buat belum ada, saya pun segera eksekusi. Walau pun tetap saja kadang ada yang tema sama dengan orang lain yang lebih dulu masuk naskahnya, maka saya pun harus berlapang dada naskah saya ditolak.

BUKU SOLO TERBIT UNTUK PERTAMA KALI!

Yup, buku solo saya yang benar-benar sendiri (iya lah), terbit di tahun 2019 lalu. Di Penerbit Elex Media Komputindo, akhirnya buku perdana solo itu lahir. Lebih tepatnya yang membidani quanta kids, karena naskahnya islami. Buku tersebut adalah Cerita-cerita Sains Terbaik dari Hadis Nabi. Sejak lahirnya buku itu, saya merasa sudah benar-benar menjadi penulis buku anak hihihi.

Sebelumnya, saya memang memiliki buku hasil duet dengan mbak Nazlah Hasni, yaitu Kisah Hebat Hewan Langka di Dunia (Penerbit Elex Media Komputindo juga). Lalu ada juga buku Ceria Ramadhan jilid 2, hasil dari sayembara menulis di Penerbit Ziyad Visi Media. Saat itu saya lolos tiga naskah, yang masing-masing dihargai 500.000 rupiah. Saya pun bersyukur atas kemenangan itu dengan memberikan satu juta fee-nya kepada ibu saya.

LOLOS SEBAGAI PENULIS GERAKAN LITERASI NASIONAL

Tidak cukup dengan kebahagiaan di atas, Allah pun memberikan rezeki lebih besar kepada saya lewat Sayembara Penulisan Bacaan Anak Literasi yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Saya lolos satu judul buku, yaitu Balapan Sampah (tema Kesehatan lingkungan). Bersama Ilustrator, Kang Ramdan, alhamdulillah bukunya sudah terbit sekarang dan bisa dibaca gratis di laman Kemendikbud.

Padahal jika boleh jujur, saya waktu itu sangatlah polos dan tidak paham apa itu GLN. Secara menulis buku saja baru saja belajar. Perlahan, dengan dijalani saya pun banyak belajar. Apalagi tahun lalu ada pertemuan penulisnya di Jakarta. Senang sekali bisa menjadi bagian proyek pemerintah yang luar biasa itu.

Semua hal tentang GLN, dari mulai syarat-syarat ikut GLN, perjalanan, hingga acara di sana, bisa di baca di sini.

PEMENANG DUA KATEGORI GLN JAWA TIMUR

Selain Sayembara Penulisan Bahan Bacaan Literasi oleh Badan pengembangan dan Pembinaan Bahasa, saya juga Alhamdulillah menjadi pemenang sayembara Penulisan Bahan Bacaan Literasi Jawa Timur untuk dua kategori langsung. Ini sungguh diluar dugaan saya. Saya tak pernah menargetkan apa pun, bahkan serasa mimpi. Mana pemberian hadiahnya di statsiun TVRI Jawa Timur pula, benar-benar terasa luar biasa. Dari dua kemenangan itu, insya Allah uangnya akan saya pakai untuk daftar haji atau umroh bersama suami dan anak-anak, doakan ya agar lancar dan dapat ibadah umroh saat wabah corona telah pergi, aamiin.

PROSES KREATIF BUKU “HAI APA ITU

Buku Hai Apa Itu adalah buku yang diperuntukkan bagi anak Paud (Pra Membaca). Satu halaman terdiri dari 1-3 kata saja dengan gambar full colour. Diilustrasi dengan apik oleh Mas Ferdian Udiyanto, buku Hai Apa Itu sukses membuat lima juri mengacungkan jempolnya. Alhamdulillah.

Ide awal penulisan buku Hai Apa Itu adalah berasal dari makanan. Kok makanan? Iya makanan, khususnya makanan khas Mojokerto, onde-onde! Awalnya mau menuliskan tentang cerita para kue di sebuah took kue, tapi kemudian berubah pikiran. Saya ingin memakai tokoh binatang lucu. Karena menurut saya, anak-anak pada dasarnya suka binatang.

Setelah melalui riset, akhirnya saya tertarik untuk menjadikan tokoh kera Warek, seekor binatang langka khas kota Trenggalek. Bagaimana cara menghubungkan kera warek dengan onde-onde? Akhirnaya saya memutuskan mengambil setting di perbatasan desa antara hutan dan sawah. Di pinggir sawah yang berbatasan dengan hutan, saya mmebuat sebuah gubuk kecil tempat istirahat petani. Di situlah ada sepiring kue onde-onde hangat yang dilihat segereombolan kera warek. Para kera itu sangat penasaran dengan benda bulat itu. Mereka pun saling bertanya-tanya. Apakah mereka berhasil tahu nama dari benda bulat itu? Tunggu bukunya terbit ya hihi.

PROSES KREATIF BUKU “IYAN KESATRIA JARANAN”

Selain buku Hai Apa Itu, saya pun lolos di kategori Membaca Awal, yaitu buku untuk anak SD kelas satu sampai tiga. Saya memngambil ide pemain jaranan di Kediri. Terinspirasi dari kisah nyata sih, di mana dulu saat saya di kediri, sering menyaksikan pertunjukkan jaranan. Bahkan seorang anak tetangga saya jadi pemainnya.

Jaranan adalah kesenian khas dari Kota Kediri dan Tulungagung. Kesenian itu masih terjaga dan disukai anak-anak. Oleh karena itu, saya pun berusaha menampilkan tokoh Iyan yang adalah seorang pemain jaranan. Diceritakan, Iyan adalah anak dari seorang penari jaranan juga. Bersama teman-temannya dia membentuk grup tari jaranan cilik. Saat ada lomba jaranan cilik di Kediri, grup Iyan diminta ayahnya untuk ikut. Tapi Iyan merasa belum percaya diri. Apakah Iyan jadi ikut lomba atau tidak? Apakah mereka berhasil? Tunggu bukunya terbit dan pasti akan direlease secara gratis.

Nah itulah proses kreatif dari dua buku yang menjadi juara di GLN Jawa Timur tahun lalu. Semoga memberi manfaat bagi yang membutuhkan. Intinya, carilah tema yang unik dan disukai anak-anak. Sesuaikan juga dengan usia target pembaca.