Selasa, 26 Mei 2020

Sembilan Fakta Keren Bossman Sontoloyo yang Membuat Orang Berdecak Kagum




Nama Bossman Sontoloyo belakangan ini semakin popular. Apalagi sejak dia menjadi bintang tamu dalam podcast Deddy Corbuzier dan wawancaranya dengan Helmy Yahya yang berhasil menyedot perhatian khalayak. Bukan itu saja, channel you tube dan instagramnya juga banyak mendapat perhatian terutama dari kalangan anak muda Indonesia.



            Bossman Sontoloyo yang bernama lengkap Mardigu Wowiek Prasantyo banyak mengupload video yang isinya sangat berbobot di channel yutubnya : Mardigu wp. Sangat terlihat jelas dari video-videonya tersebut jika beliau adalah orang yang sangat berpengalaman, memiliki pengaruh, cerdas, dan bersahabat dengan banyak orang hebat di dalam dan luar negeri. Dia berusaha membuka mata dan pikiran masyarakat Indonesia tentang berbagai hal. Bukan saja untuk pengemarnya, Sontoloyo juga memberikan banyak kritik serta masukan bagi pemerintah. Terutama dalam hal ekonomi dan penanganan pandemi corona saat ini. 

Baca juga :
            Dengan keberaniannya mengkritik dan memberikan saran terhadap pemerintah, tentu saja tidak semua orang menyukainya. Ada banyak juga yang membencinya, itu sudah pasti ya. Buktinya, tulisan di wiki yang memuat informasi tentangnya tiba-tiba lenyap. Belum lagi komentar-komentar di yutub dan instagramnya yang ada saja yang tidak suka. Tapi, bagi dia itu sudah biasa. Bossman tetap melaju dengan segala pemikirannya. 

Saya pribadi melihat seorang Bossman Sontoloyo ini adalah pribadi pekerja keras, konsisten, disiplin dan cerdas. Saya juga termasuk yang suka dengan segala pemikirannya dia. Apalagi sejak mencari tahu lebih banyak tentang beliau, bagi saya beliau sangat keren. Patut dijadikan teladan bagi generasi muda Indonesia. 

Agar teman-teman juga tahu betapa kerennya beliau, saya menuliskan fakta menarik tentang beliau, di bawah ini. Jika ada tambahan fakta lainnya boleh ditulis di kolom komentar ya. Berikut adalah fakta luar biasa Bossman Sontoloyo yang saya dapatkan dari berbagai sumber :
1.      Pengusaha Kaya Raya
Bossman diketahui memiliki puluhan perusahaan yang bergerak dalam bidang gas dan oil. Dengan perusahaan yang sebanyak itu, sudah dipastikan beliau memiliki penghasilan yang sangat banyak. Tajir melintir kalau bahasa anak muda sekarang mah. Bahkan ada sumber yang menyatakan bahwa negara Singapura sangat bergantung pada salah satu perusahaan milik Bossman ini dalam hal kebutuhan gas-nya. Jika pasokan gasnya dihentikan, dipastikan negara Singapura akan mati.

2.      Founder Rumah Yatim Indonesia
Selalin kaya raya, Bossman memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Ternyata beliau adalah founder Rumah Yatim Indonesia yang hingga kini membiayai sekitar 10.000 an anak santri seluruh Indonesia. Wah, makanya beliau kaya raya ya. Karena kan rezeki itu akan makin bertambah jika wadahnya makin lebar dan alirannya lancar.



3.      Pakar Mikro Ekspresi
Mungkin ada yang pernah melihat beliau diwawancara di televisi soal terorisme. Iya betul, itu memang Bossman. Dahulu sekitar tahun 2005-2010 beliau memang bekerja sebagai pakar mikro ekspresi dan sering diwawancara ketika ada kejadian terorisme di Indonesia. Dalam pekerjaannya itu, beliau pernah mewawancarai sekitar 400-an teroris termasuk Nurdin M Top. Wow, kan!

4.      Lahir dan besar dalam keluarga Pesantren
Dari wawancaranya bersama Helmy Yahya, terungkap bahwa beliau adalah seorang yang lahir dan besar dalam keluarga pesantren. Tepatnya di sebuah pesantren di Sidogiri, Pasuruan. Bahkan gelar Sontoloyo pun beliau dapatkan sejak kecil karena sering bertanya yang membuat Mbah-nya kesal (pertanyaannya dianggap ngawur). Bossman kecil seorang yang kritis dan selalu beda sendiri pemikirannya (nyeleneh) di banding anak-anak seusianya, makanya dipanggil Sontoloyo. Nah kalau gelar Bossman ini didapatkan dari anak buahnya sejak 20 tahun yang lalu.

5.      Pernah membuat Bill Gates kikuk
Dalam sebuah pertemuan yang bintang tamunya Bill Gates, Bossman pernah membuat orang paling kaya di dunia itu kikuk. Ceritanya pada tahun 2008, Bill Gates diundang presiden SBY ke Jakarta dan mengadaan acara makan malam bersama sekitar 400 an pengusaha Indonesia. Bossman salah satu yang beruntung diundang ke acara itu. Saat sesi tanya jawab dengan Bill Gates, Bossman bertanya soal Andrew Caranagie yang ternyata adalah seorang idola Bill Gates. Pernyataan yang dia tuliskan tenyata membuat Bill Gates kikuk untuk menanggapinya.

6.      Penganut MMF (modern monetary theory)
Bossman adalah seorang yang anti IMF dab Bank Dunia. Jika bisa, beliau inginnya Indonesia bebas dari dua lembaga internasional tersebut. Dia juga tidak suka dengan adanya dollar Amerika yang hingga saat ini menjadi mata uang yang mempengaruhi ekonomi seluruh dunia. Oleh karena itu, Bossman pernah menggagas adanya uang digital yang bernama Cyronium. Bisa dibilang itu adalah inovasi baru. Sayang, gagasannya ditentang Bank Indonesia alias tidak mendapat izin hingga sekarang.

7.      Penulis buku
Ini yang paling menakjubkan. Bossman ternyata seorang penulis buku! Buku-buku beliau sudah banyak dijual di pasaran. Isi bukunya kebanyakan soal ekonomi dan bisnis. Tetapi jangan salah, tenyata beliau juga pernah menulis novel lo. Bukunya yang berjudul “Sadar Kaya” menjadi best seller. 

Instagram Bossman

8.      Kritis Terhadap Pemerintah Jokowi
Bossman sering mengkritik kebijakan pemerintahan Jokowi karena dinilai kurang tepat dan cepat. Pernah mengkritik soal BUMN, lalu soal penanganan pandemi korona ini yang dinilainya lamban juga belum tepat. Bagusnya Bossman, selain mengkritik selalu memberi solusinya juga. Apa yang seharusnya dilakukan pemerintah dan cara menyelesaikan masalah secera efektif dan efisien berdasarkan pengalamannya beliau. Sangat gamblang beliau menjelaskan bahkan saya yang awam pun sangat paham. Semoga pemeritah mau mempertimbangkan segala saran dari Bossman Sontoloyo ini.



9.      Menyimpan foto idolanya di dompet
Dari pengalamannya menghadiri makan malam bersama Bill Gates, terlihat jelas kalau Bossman seorang yang suka menyimpan foto orang yang diidolakannya di dompet. Menurut beliau, dengan menyimpan tokoh idola kita itu bisa menguatkan untuk mencapai impian seperti orang di foto. Kebetulan idola dan impian Bossman adalah bertemu dan memiliki rezeki sebagus sang idola, Bill Gates. Waah patut ditiru nih. Istilahnya ATM (amati, tiru, modifikasi) tokoh idola yang lebih dulu sukses. Dengan segala kerja kerasnya, insya Allah kamu pun akan berhasil.
            Nah, itulah adalah fakta luar biasa si Bossman Sontoloyo yang bikin geger jagad media Indonesia karena ulahnya yang selalu “nyeleneh”. Menurut saya sih beliau seorang yang sudah mapan segalanya. Beliau mau mengkritik pun katanya karena tak ada yang mau bicara, semua seolah diam melihat keadaan negara sekarang ini. Jiwa NKRI-nya beliau berontak. Makanya beliau terus membuat video yang kesemuanya dimaksudkan untuk kemajuan bangsa Indonesia. 

            Terima kasih Bossman Sontoloyo telah berbuat dan telah menjadi seorang manusia Indonesia yang inspiratif. Beberapa minggu yang lalu saya sempat bertanya-tanya pada kemana orang-orang hebat Indonesia melihat keadaan bangsa yang sangat sembrawut ini? Saya menunggu anak bangsa yang memiliki “power” ikut andil setidaknya memberikan sumbangsih pemikiran pada pemerintah saat ini. Sehingga pemerintah dapat mempertimbangkan banyak pendapat dalam memutuskan sebuah kebijakan, tidak hanya satu sumber terus. 

            Senang rasanya ada anak bangsa yang sukses di negaranya sendiri. Semoga langkah Bossman ini bisa ditiru generasi muda Indonesia. Tirulah kebaikan dan kesuksesannya.  



Salam sayang,
Yeti Nurmayati.
(Mojokerto, 26 Mei 2020)
           
             


Minggu, 24 Mei 2020

Lebaran 2020 Saat Pandemi Corona, Kami Tidak Mudik!




Hari ini sangat beda

Hari ini tak biasa

Terdiam di pojok pagi sambil mengenang setahun lalu

Di sana, aku menyambut pagi dengan semringah

Setelah ratusan pagi tidak bersama.

Kutumpahkan segala rasa.

Kini, aku hanya menatap mata layar

Mengucap maaf, doa dan harapan

Senyuman pun menahan

Seolah berkata jangan ditahan

Ya, hari ini aku tak bisa pulang



            Hari ini, umat Islam di seluruh dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri 1441 H. Walau hanya di rumah saja, namun kemenangan itu tetap terasa dalam di hati, bahkan amat sangat special. Ramadhan kali ini bertepatan dengan Pandemi Corona, masyarakat diharapkan tetap di rumah saja. Hal ini dilakukan untuk mencegah menyebarnya virus covid-19 ke berbagai daerah. Yang paling penting keluarga kami aman di kampung, secara mereka sudah pada sepuh dan rentan jika terkena virus.
Seperti anjuran pemerintah, kami yang biasanya mudik lebaran, terpaksa kali ini tidak mudik. Untuk pertama kalinya dalam sejarah perantauan kami, lebaran tidak mudik. Terasa sangat berbeda, ada yang tak biasa. Apalagi saat takbir semalam, rasanya mencelos hati ini, antara sedih karena Ramadhan telah berakhir dan kenyataan bahwa takbir tahun ini jauh dari keluarga besar. Walau begitu, idul fitri adalah kemenangan bagi umat Islam. Kita harus menyambutnya dengan sukacita. 

Selesai shalat ied di rumah
 
Kenapa sih tidak boleh mudik?
            Mudik alias pulang kampung tentu saja sangat menyenangkan dan selalu ditunggu. Yang sangat jauh pun, jika saatnya idul fitri pasti akan pulang. Tetapi karena keadaannya sedang pandemic corona, maka keinginan mudik itu harus ditahan. Kontak fisik sebisa mungkin diminimalisir. Pemerintah pun menghimbau agar masyarakat tidak mudik lebaran di tahun ini.
            Beberapa hal yang menjadi pertimbangan mudik lebaran dilarang :
1.      Agar tidak terjadi banyak kontak fisik
2.      Agar orang tua (rentan terkena) atau bayi tetap terjaga kesehatannya

3.      Karena tidak semua pembawa virus memperlihatkan gejala, maka pertemuan dengan jarak dekat pun dilarang.
4.      Agar penyebaran virus antar manusia dapat dihentikan atau diminimalisir.
Coba bayangkan, jika semua warga tidak patuh, semua mudik semua pulang kampung. Dengan kondisi yang tak jelas, apakah dia pembawa virus atau bukan, maka bisa dipastikan virus pun kian menyebarluas. Jika seperti itu (kalian bedegong), kapan pandemic ini akan berakhir? Yang direpotkan tentu saja para tenaga medis. Padahal mereka selama ini telah bertahan, ikhlas berjauhan dengan anaknya, ikhlas merawat walau pun tahu kondisinya tidak baik-baik saja. Oleh karena itu, seharusnya kita lebih bijaksana dalam mengambil keputusan ya. Jangan mudik dulu. 

Hikmah di balik Tidak Mudik Lebaran
Siapa pun pasti inginnya mudik, ingin memeluk dan bersembah sujud kepada orang tua. Ingin menumpahkan rindu setelah satu tahun berjauhan. Tapi, sebagai seorang manusia yang tidak boleh egois, kami memutusan tetap di rumah sesuai anjuran pemerintah. Sebenarnya, jika mau, bisa saja mudik dengan berbagai cara, tapi kami memilih tidak mudik demi orang-orang yang kami kasihi.
Ada banyak hikmah ketika saya memutuskan tidak mudik. Dan semuanya positif bagi keluarga kami.
1.      Saya membuktikan bisa masak menu Lebaran
Yeaay berhasil berhasil berhasil! Saya hari ini masak gulai daging sapi yang empuk banget. Enak pula rasanya, mantap pokoknya. Rahasia keempukannya tentu saja terletak pada daging yang empuk karena proses presto yang pas. Tipsnya nih buat yang pertama kali lebaran tanpa mudik alias harus masak sendiri, hari sebelum lebaran kudu sudah jadi masakanmu, agar pagi pas lebaran langsung diangetin dan makan. Presto daging sapinya selama 20-25 menit sejak mendesing, cukup bikin daging sangat empuk. Saya juga membuat sambal kentang ati, tapi sayang petenya nggak dapat nyari kemana-mana juga.
Tahun ini kali pertama masak sendiri untuk lebaran sejak berumah tangga. Biasanya kami mudik ke mertua di Ciamis, dan hidangan lebaran tinggal makan saja. Tentu saja ini prestasi yang sangat keren bagi saya wkwk. 

Gulai daging sapi yang empuk dan yummy

Alhamdulillah, makan gulai juga hehe
2.      Bisa membuat kue kering dan makanan lainnya

Ini juga prestasi saya berikutnya, membuat kuker sendiri! Ini hal yang tidak pernah saya lakukan sebelumnya. Karena menjelang lebaran ini banyak nganggurnya, aku bahkan nulis pun ogah-ogahan, karena seringnya ngantuk. Akhirnya kuputuskan bebikinan saja. Dari mulai bikin bolu-bolu yang lagi hits dan enak, siomay hingga kue kering. Semuanya alhamdulillah enak dan disukai suami juga anak-anak. Padahal, dulunya paling malas bebikinan haha.

Kue Egg Drop hanya 3 bahan (gula, telur dan terigu saja)


 
Milo Bread Pudding yang langsung menjadi favorit ayahnya hehe

3.      Lebih intens mengingat Allah
Akhir Ramadhan biasanya kami disibukkan oleh kehebohan persiapa mudik. Drai mulai packing baju, beli oleh-oleh, beli baju keluarga hingga persiapan selama perjalanan. Karena kan kami jauh, dari Mojokerto ke Ciamis Jawa barat. Tahun ini alhamdulillah, tidak ribet melakukan hal itu. Jadi otomatis kami pun lebih khusyuk beribadah. Yang buat saya sangat bersyukur dengan adanya pandemi ini ya inilah salah satunya. Dan, siang ini pun bisa nulis untuk blog ini. Kalau mudik mah mana bisa kan ya harus ngider sana sini hehe.

4.      Bisa menghemat dan bertambah tabungan
Ini mah pasti. Tidak mudik, tidak perlu beli oleh-oleh, tidak beli baju lebaran, alhamdulillah rezeki bisa ditabung untuk umroh akhir tahun, insya Allah. Terus terang biaya perjalanan saja kalau mudik itu tidak murah, karena kami harus menginap dulu di yogja yang otomatis di hotel lalu besoknya baru melanjutkan perjalanan. Lalu bensin untuk perjalanan juga tidak sedikit. Pokoknya lebaran tahun ini sangat irit.

5.      Ibadah dengan anggota keluarga
Alhamdulillah, selama Ramadhan beribadah hanya di rumah saja bersama suami dan anak-anak. Hingga tadi shalat ied juga berjamaah bersama suami dan anak. Alhamdulillah, diberikan kesempatan shalat bersama keluarga tercinta dengan komplit. Terasa banget bedanya, biasanya di alun-alun kota Ciamis dengan ratusan orang umat Islam. 


            Nah kan tak ada yang sia-sia, semua selalu ada hikmahnya. Dengan pandemic ini banyak hal terasa lebih berharga. Banyak hal baik dapat dieksplore dari rumah saja. Dengan kebersamaan bersama keluarga dan dalam keadaan sehat pun seharusnya sudah cukup membuat kita bersyukur. Tidak mudik bukan berarti tak sayang, tidak mudik membuktikan rasa sayang kita yang teramat sangat dan pembuktian pada diri sendiri bahwa kita sudah dewasa dalam berpikir. Semoga pandemi ini segera berakhir, agar kita secepatnya bisa bepergian tanpa rasa khawatir, aamiin. 

Taqoballallahumma minna wa minkum, minal aidzin wal faidzin. Selamat Idul Fitri 1441 Hijriyyah.

Mojokerto, 24 Mei 2020 (Idul Fitri 1441 H)