Jumat, 05 Januari 2018

Curug Dengdeng, Pesona Wisata Tasikmalaya Selatan yang Masih Perawan






Anda bosan dengan wisata yang biasa dan itu-itu saja? Jika iya, mungin Anda butuh sesuatu yang baru dan masih asli atau masih perawan. Salah satu destinasi wisata yang tengah hits di daerah Tasikmalaya Selatan adalah Curug Dengdeng. Air terjun yang digadang-gadang akan menjadi pariwisata andalan masa depan Kabupaten Tasikmalaya ini menyuguhkan pemandangan dan air yang begitu alami alias masih belum banyak terjamah.

Curug Dengdeng saat kemarau

Pujian dari seorang psikolog, fenomenolog dan budayawan asal Belanda, Martinus Antonius Weselinus Bouwer yang mengatakan bahwa "tanah pasundan terlahir ketika Tuhan sedang tersenyum" itu memang sangat beralasan, mengingat tak sedikit tempat menakjubkan di tanah pasundan. Curug Dengdeng bisa dikatakan salah satu dari banyaknya tempat keren tersebut. Hanya saja yang menjadi daya tarik lebih Curug Dengdeng adalah karena air terjun ini masih sangat alami, belum banyak diketahui orang. Sejauh ini masih wisatawan setempat yang memanfaatkan wisata ini, meskipun baru-baru ini telah dikunjungi oleh sebuah televisi swasta untuk acara trip dan adventure.

Cerita Dibalik Keindahan Curug Dengdeng

Curug Dengdeng sangat cocok dijadikan destinasi wisata bagi Anda yang suka wisata alam bebas atau blusukan ke tempat-tempat masih perawan. Anda bisa melakukan touring motor, sepeda atau bahkan mobil pribadi atau umum hingga sampi di tempat itu. Seperti halnya tempat wisata lain yang selalu memiliki sisi cerita mistis, air terjun ini juga memiliki sejarah unik yang selalu diceritakan oleh orang tua zaman dulu. Saya sebagai salah satu anak yang lahir dan besar di sekitar air terjun itu, tentu saja paham akan cerita dibalik indahnya Curug Dengdeng.


Curug Dengdeng saat musim penghujan

Konon katanya, Curug Dengdeng ini dahulu kala dijadikan tempat persembunyian tentara DI/TII pada masa pemberontakan. Dan yang lebih melegenda adalah cerita pertarungan maha dahsyat antara Pangeran Jaya Laksana dan Pangeran Jaya Nalangsa. Keduanya melakukan adu ilmu kanuragan dengan sebuah perjanjian bahwa yang kalah akan terlempar ke bawah curug dan yang menang akan tetap di atas curug.


Zaman saya masih kecil dulu, air terjun itu memang belum seramai sekarang bahkan banyak orang tua yang mencegah anaknya untuk datang ke sana. Berbagai alasan dikemukakan yang intinya menakuti kami untuk tidak pergi ke sana karena adanya unsur mistis. Tetapi bagaimana pun saya dicegah, namanya remaja ya tetap saja pergi tanpa izin sekalipun (jangan ditiru ya adik-adik :D). Hikmahnya adalah saya jadi tahu perbedaan Curug Dengdeng zaman dulu dan sekarang hehe.

Pesona Keindahan Alam yang Ditawarkan Curug Dengdeng

Jika dibandingkan dengan Curug Dengdeng zaman dulu, keadaan air terjun sekarang tentu saja banyak berubah ke arah yang lebih baik. Jika zaman dulu tampak semacam air terjun di tengah hutan belantara sekarang jauh lebih tertata dan terawat rapi. Bukan saja soal jalan menuju curug yang lebih bersahabat saja namun juga tentang kerapian, kebersihan dan fasilitas yang ada di sana. Dahulu masih jalan setapak, sekarang sudah bisa dilewati mobil bahkan sudah terdapat tempat parkir yang memadai.

Umpakan atau tingkatan pada Curug Dengdeng

Bicara masalah pesona alamnya sudah tak perlu diragukan lagi deh. Air terjun yang memiliki ciri khas tiga umpak (tingkatan) itu sungguh elok dipandang mata. Terletak di Sungai Cikembang yang berhulu dari Gunung Raja dan bagian hilirnya sungai Cikembang, Curug Dengdeng memiliki 3 tingakatan air terjun. Di bagian atas, anda bisa menikmati panorama alam perpaduan air yang bening dengan sawah yang membentang juga pohon kelapa begitu asyik dinikmati apalagi diabadikan dijamin hasil swafotomu dilike banyak orang jika diupload. Tingkatan yang kedua, Anda bisa menikmati sedikit air terjun dari tingkatan pertama dan juga pemandangan seperti yang tadi. Tingkatan paling bawah, saatnya Anda memuaskan hobby bermain airmu. Berenang di bawah air terjun tentu saja memiliki sensasi tersendiri. Jangan lupa pakai kamera yang ramah air ya, karena banyak tempat di bawah air terjun yang pasti membuat Anda ingin terus memotret.

Swafoto dari puncak tertinggi Curug Dengdeng saat musim kemarau

Rute Menuju Curug Dengdeng


Jika Anda berminat untuk mengunjungi Curug Dengdeng, Anda terlebih dahulu harus siap mental dan tenaga. Karena perjalanannya cukup jauh dari Kota Tasikmalaya, tepatnya di Desa Tawang Kecamatan Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya. Jika dari arah Bandung, ke luar dari Tol Cileunyi menuju arah Tasikmalaya. Ketika sudah sampai di Kota Tasikmalaya, Anda harus menuju ke arah selatan ke Kecamatan Cikatomas. Jika sudah sampai Cikatomas, Anda harus mengambil jalan yang ke kiri ke arah Desa Tawang (tepatnya di pertigaan SPBU Cikatomas).

Tingkatan Pertama

Yang menjadi Challengge tersendiri adalah jalan rayanya yang masih belum terlalu bagus dan medan yang berkelok-kelok selama perjalanan Tasik-Cikatomas. Diperlukan kewaspadaan dan kehati-hatian yang tinggi.Jika dulu jalan Cikatomas-Tawang rusak parah, alhamdulillah sekarang sudah bagus dan lumayan mulus.Nah, setelah sampai di depan SMP N 3 Pancatengah, Anda harus belok kiri melalui jalan kampung berbatu yang sudah disemen. Ikuti saja jalannya, jika tidak yakin boleh bertanya pada penduduk sekitar. Selama perjalanan menuju Curug Dengdeng, jangan sia-siakan kesegaran udara yang tentu saja full oksigen yang bagus untuk kesehatan paru-paru Anda, buka pintu, matikan AC dan hirup udara segarnya.


Kegiatan meyenangkan di Curug Dengdeng

Perjalanan ke Curug Dengdeng dari Tasikmalaya bisa menggunakan mobil pribadi atau umum bahkan sepeda motor. Jika memanfaatkan kendaraan umum, dari Tasikmalaya Anda harus naik bis jurusan Cikatomas-Tawang (TKM) yang akan mengantarkan Anda hingga Desa Tawang. Dari Desa Tawang, Anda bisa naik ojek hingga Curug. Menggunakan sepeda motor pun bisa lho, saya dulu kuliah di Tasikmalaya dan setiap pulang kampung sering naik motor dengan Bapak (kenangan indah dengan Bapak Alm :) )

Fasililitas di Curug Dengdeng

Ketika akan menuju sebuah tempat wisata, tentu fasilitas yang tersedia menjadi pertimbangan Anda. Karena jika sudah tahu tentang fasilitas di sana, Anda akan mempersiapkan segala sesuatunya dengan tepat supaya liburannya menjadi mengesankan tanpa hambatan apapun. Nah, kalau di Curug Dengdeng sendiri sekarang sudah mulai komplit fasilitasnya. Pihak pengelola Curug terus melakukan perbaikan-perbaikan hingga menjadikan tempat wisata itu semakin nyaman dan patut untuk dikunjungi.

Makan nasi liwet komplit

Adapun fasilitas yang tersedia di Curug Dengdeng adalah: WC, warung makan yang menyediakan menu liwet khas sunda plus ikan bakar dan ayam bakar, mushola, parkir luas, panggung seni (digunakan jika ada kegiatan tahun baru atau disewa orang dll), kolam pemancingan dan pelampung untuk berenang di bagian bawah air terjun. Untuk masuk ke Curug dengdeng ini Anda tak perlu merogoh kocek sampai dalam, karena bayarnya murah banget. Anda hanya perlu bayar parkir untuk motor Rp 5000 dan untuk mobil Rp 10.000.

parkir yang luas

Sangat murah bukan? Yah, untuk menikmati sebuah wisata alam bebas nan eksotis ini memang tak perlu bayar mahal, karena masih terbilang baru dikelola. Tetapi ingat, dimana pun Anda berwisata, kewaspadaan tetap nomor satu ya, dan jangan buang sampah sembarangan. Jagalah alam kita nan eksotis itu supaya anak cucu kita tetap bisa menikmati keindahannya kelak.

Tersedia pelampung

Sudah tertarik? Cuss...!! Nikmati alamnya, nikmati airnya dan rileks.



Jika ingin tahu lebih banyak lagi tentang Curug Dengdeng, Anda bisa mengikuti perkembangannya di Fanspage Facebook "CURUG DENGDENG" dengan ketua pengelola Pak Tutang Sumpena.

Selasa, 26 Desember 2017

ASAL-USUL BUNGA KEMUNING

pic fro google

Pada zaman dahulu, ada sebuah kerajaan yang megah dipimpin oleh seorang raja yang sangat bijaksana. Raja memiliki sepuluh orang putri yang sangat centik. Namun sayang raja yang sibuk mengurus kerajaan tak sempat mendidik kesepuluh anaknya dengan baik. Hingga putri-putri itu menjadi putri yang nakal, manja dan tidak patuh.
            Ibu Ratu sudah meninggal ketika melahirkan putri bungsu mereka yang bernama Putri Kuning. Kesepuluh putrinya dirawat inang pengasuh. Raja memberi nama kesepuluh putrinya dengan nama-nama warna supaya mudah mengingatnya. Dari mulai putri yang sulung yang diberi nama Putri Jambon, Putri Nila, Putri Jingga, Putri Kelabu, Putri Orange, Putri hijau, putri Merah Merona, Putri Biru dan Putri Merah Muda. Baju yang dipakai setiap putri warnanya sesuai dengan nama putri tersebut.
            Para putri itu tumbuh menjadi putri yang sombong, nakal, dan suka memerintah. Setiap hari mereka menghabiskan waktu di danau. Mereka pun tak segan memerintah para pelayan dan pembantu istana dengan kasar. Namun di antara putri-putri itu ada seorang putri yang sangat baik hati dan juga ramah kepada siapapun, yaitu si bungsu Putri Kuning.
            Suatu hari, raja mengatakan akan pergi ke tempat yang sangat jauh dalam waktu yang lama.
            “Aku akan pergi ke tempat yang ajuh dan lama. Kalian akan dibelikan oleh-oleh apa, putri-putriku?” tanya Raja.
            “Aku ingin perhiasan yang mahal!” kata Putri Jambon
            “Aku ingin kain sutra yang berkilau!” kata Putri Jingga. Kesepuluh putri menginginkan barang yang mahal dan mewah. Namun Putri Kuning tidak demikin, dia berpikir sejenak dan memegang lengan ayahnya.
            “Aku hanya ingin ayah pulang dengan selamat,” katanya sambil menatap ayahnya. Kakak-kakaknya menertawakan dan mencemooh Putri Kuning.
            “Anakku, kau baik sekali. Tentu saja ayah akan pulang dengan selamat dan akan kubawakan hadiah terindah buatmu.”
            Tak lama ayahnya pergi meninggalkan istana.
            Selama ayahnya tidak ada, putri-putri itu semakin nakal dan manja. Mereka seenaknya saja menyuruh-nyuruh pelayan dan pembantu. Hingga pelayan itu kehabisan waktu untuk memelihara kebersihan istana.. Taman istana yang merupakan tempat favorit raja pun tak terurus, rumput dansampah menumpuk di sana. Melihat itu, Putri Kuning sangat sedih,  dia akhirnya mengambil sapu dan membersihkan seluruh taman istana itu.
            Putri yang lain tertawa melihat Putri Kuning membersihkan taman, “hai ada pelayan baru rupanya di istana kita,” kata mereka sambil terbahak.
            “Itu bersihkan lagi sampahnya!” kata Putri yang lain sambil membuang sampah sembarangan di taman. Dengan sabar putri kuning membersihkannya lagi. terus saja berulang-ulang hingga dia kelelahan. Putri Kuning pun mersakan penderitaan yang dirasakan pelayan istana.
            “Kalian keterlaluan! Seharusnya ayah tak membelikan barang apapun untuk kalian!” kata Putri Kuning.
            “Ayo ah kita ke danau. Bosan!” kata Putri Nila.
            Mereka pun menghabiskan waktunya di danau. Sementara Putri Kuning membersihkan dan merapikan taman dan bunga-bunga. Ketika ayahnya kembali, para putri masih di danau dan ayah memberikan sebuah kalung dengan liontin hijau untuk Putri Kuning. Ayah sebetulnya mencari liontin kuning namun tak menemukan. Putri kuning pun menerima dengan sukacita.
            Putri yang lain kemnali dari danau dan heboh mencari hadiah masing-masing. Ketika melihat kalung Putri Kuning, Putri Hijau merasa iri dan menghasut kakak-kakaknya untuk merampas kalung itu. Mereka pun sepakat menghadang Putri Kuning dengan memukul kepalanya. Ternyata tak disangka Putri Kuning meninggal seketika. Putri-putri itu kebingungan, lalu membopong Putri Kuning dan menguburnya di taman istana.
            Raja kebingungan mencari Putri Kuning yang menghilang. Putri bungsunya itu tak pernah ditemukannya. Raja pun mengirim kesembilan putrinya ke negeri yang jauh untuk belajar budi pekerti.
Sementara itu, dari tempat dikuburkannya Putri Kuning tumbuhlah sebuah pohon yang sangat indah. Raja pun keheranan dan berkata, “tanaman apakah ini? Batangnya bagaikan jubah puteri, daunnya bulat berkilau bagai kalung batu hijau, bunganya putih kekuningan dan sangat wangi! Tanaman ini mengingatkanku pada Puteri Kuning. Baiklah, kuberi nama dia Kemuning!”

Sejak saat itu, bunga kemuning mendapatkan namanya.

IZANAGI DAN IZANAMI (Asal Usul Lahirnya Negara Jepang)

pic from google

Ternyata bukan hanya Yunani yang memiliki Mitologi, tetapi Jepang juga punya lho. Salah satunya adalah cerita di bawah ini : Izanagi Izanami. 
Dalam Mitologi Jepang, nama Izanagi dan Izanami sangatlah tidak asing. Izanagi khususnya termasuk pada enam Dewa Pencipta. Sedangkan Izanami adalah saudara perempuan sekaligus istri Izanagi. Izanagi juga dikenal dengan julukan “Pria yang Mengajak” atau Izanagi-no-Okami.
            Diceritakan kalau Izanagi bersama Izanami istrinya mendapatkan mandat untuk menciptakan dunia. Mereka berdua saling membantu menciptakan kepulauan Jepang beserta masyarakatnya. Mereka melakukannya hanya dengan melemparkan tombak bulan sabit ke lautan. Mereka juga membangun berbagai kreasi di kepulauan tersebut, seperti: pembuatan laut, pegunungan, angin dan pepohonan. Maka muncullah kepulauan Jepang lengkap dengan segala isinya.
            Setelah membuat kepulauan Jepang beserta isinya, Izanami banyak melahirkan dewa-dewi. Namun nyawanya tak tertolong ketika terbakar karena melahirkan Kagutsuchi atau Dewa Api. Mayat Izanami dimakamkan di gunung Hiba. Karena Izanami mati, Izanagi murka, dia memenggal kepala anaknya sendiri Kagutsuchi dengan tombaknya. Dari darah Kagutsuchi lahirlah dua Dewa Api, Dewa Air dan Dewa Batu.
            Setelah lama memendam rindu pada istrinya, Izanagi tak tahan lagi ingin berjumpa dengannya. Maka dia pun bertualang ke Yomi-no-Kuni atau neraka dengan tujuan membawa kembali istrinya. Namun ternyata Izanami menolak dan memintanya menunggu. Tak sabar menunggu, Izanagi menyalakan obor dan betapa terkejut dirinya ketika melihat wujud Izanami yang sudah hampir busuk layaknya mayat. Dia pun kabur meninggalkan neraka dan istrinya. Izanami marah mengetahui Izanagi kabur, maka dia mengutus Dewa Peti dan Para Iblis untunk menangkapnya.
            Para ajudan Izanami berusaha menangkap Izanagi dengan cara mengunci dunia bawah atau neraka. Namun dapat dilewati Izanagi dengan sihirnya. Ketika sedang dikejar oleh iblis, Izanagi tiba-tiba mendapatkan tiga buah persik dan melemparkannya ke arah para iblis hingga terpencar. Ketika Izanami hampir menggapai Izanagi, Izanagi melemparkan sebuah batu raksasa ke arah pintu neraka hingga menutup pintu itu untuk selamanya. Izanami murka, dia bersumpah akan membunuh seribu rakyat Jepang setiap hari. Itulah sebabnya pada masa itu setiap hari akan lahir lima ratus anak Jepang dan akan mati sebanyak seribu orang.
            Setelah mengalami kejadian itu, Izanagi kembali ke alamnya. Dia pun melakukan ritual penyucian diri di alam dewa dan mulai mencuci wajahnya yang kotor. Ketika membasuh matanya, lahirlah Dewa Matahari atau Amaterasu. Dan ketika dia membasuh mata kanannya terlahirlah Dewa Bulan atau Tsuki-yomi. Dan yang paling akhir, lahirlah Susanoo atau Dewa Laut dan Petir dari hidungnya.

            Itulah asal-usul terbentuknya negara Jepang berdasarkan mitologi turun temurun yang telah diyakini oleh seluruh rakyat Jepang. Sekali lagi ini hanya dongeng yang tentu saja tak pernah nyata terjadi. Hanya orang-orang Jepang saja yang mempercayainya. 

Selasa, 14 November 2017

Menuju Mojokerto Bebas Dari Darurat Popok

Doc: Pribadi

Popok bayi tentu bukan barang yang asing terutama untuk orang tua. Popok bisa dikatakan sebagai kebutuhan primer bagi rumah tangga, terutama yang memiliki bayi ataupun lansia. Baru-baru ini kota Mojokerto dikategorikan sebagai kota Darurat Popok, setidaknya itu yang dikatakan ketua Tim Satgas Evakuasi Popok (Kuapok) yang dilansir dari situs SindoNews.com.

Satgas Kuapok yang terdiri dari sejumlah aktivis lingkungan dari Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) telah melakukan penelusuran dan penelitian di lima sungai bawah jembatan yang ada di kota Mojokerto. Yang paling parah dari kelima sungai itu adalah bawah jembatan sungai Gajah Mada dan Sinoman. Hasil penyisiran bawah jembatan Gajah mada saja selama 30 menit, mereka menemukan setidaknya 500 jenis popok dengan berbagai merk.

Ketua Satgas Kuapok menyebutkan bahwa darurat popok yang disandang kota Mojokerto tentu saja sangat berbahaya, mengingat popok memiliki bahan kimia yang berbahaya. Popok memiliki gel yang jika mencemari sungai dan termakan ikan, maka ikan tersebut tak layak konsumsi alias berbahaya untuk tubuh manusia. Gel yang terdapat pada popok dikategorikan sebagai limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3)

Menurut Undang-Undang nomor 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah, Popok dikategorikan sebagai residu dan perlu penanganan khusus. Oleh karena itu pemerintahan Kota Mojokerto harus segera menanggapi masalah ini supaya tidak kian melebar dan menimbulkan masalah baru.

Saya pribadi baru-baru ini survey langsung ke sungai dekat tempat tinggal saya di kota Mojokerto. Hasilnya memang sangat mencengangkan. Banyak sekali popok yang bergeletakan di sungai. Bukan satu atau dua, tapi banyak. Bahkan saya pernah melihat dengan mata kepala sendiri ada sekantong plastik besar isinya popok bekas yang sengaja dibuang ke sungai. Maka tak heran daerah sekitar sungai ini sering tergenang banjir manakala musim penghujan tiba.


Doc: Pribadi

Ternyata tidak hanya di sungai, masyakarakat kota yang notabene berpendidikan tinggi ini seolah kehabisan akal untuk membuang sampah popok. Mereka meletakkan sekantung bekas popok di depan ATM atau depan pusat pernbelanjaan. Bukan mengada-ada, ini kenyataan.

Dari fakta di atas jelas sudah penyebab darurat popok di Mojokerto itu karena kebiasaan masyarakat yang sulit diubah. Mereka pada umumnya masih percaya bahwa membuang popok ke sungai jauh lebih aman daripada membakarnya. Membakar popok bayi bisa menimbulkan penyakit kulit pada bayinya. Kepercayaan ini sudah ada sejak zaman nenek moyang dan sampai sekarang masih dipercaya oleh sebagian masyarakat Indonesia.

Karena popok lebih banyak di pakai di perkotaan, sebenarnya relatif mudah untuk memberikan peraturan tentang larangan membuang sampah terutama popok di sungai. Masyarakat kota cenderung lebih takut akan sanksi yang tegas. Mereka cenderung malas berurusan dengan hukum, maka dia berusaha untuk tak melanggar hal yang dilarang pemerintah. Namun harus dipastikan juga bahwa perda tersebut diketahui oleh masyarakat. Serasa percuma jika ada peraturan tentang sampah namun tak diketahui oleh masyarakat.

Selain Perda, pemerintah juga bisa bekerjasama dengan pihak produsen popok supaya ikut andil dalam penanganan sampah popok bekas. Bagaimana sebaiknya sampah popok bekas didaur ulang atau dihancurkan dengan aman. Juga pentingnya dibentuk Satgas oleh pemerintah yang tugasnya untuk memantau, mengedukasi dan memberi sanksi kepada masyarakat yang membuang sampah popok ke sungai. Karena bagaimana pun canggihnya teknologi, jika masyarakatnya belum memiliki kesadaran akan bahaya sampah terutama popok, percuma saja.

Semoga kota Mojokerto segera terbebas dari Darurat Popok dan menjadi kota yang nyaman, aman dan bersih.

Rabu, 08 November 2017

Gara-Gara Ikut Training Artikel dan Jebol Media di Joeragan Artikel



Ketika suatu hari membuka timeline facebook, lewatlah sebuah flyer yang membuat saya penasaran. Training gampang membuat artikel by Joeragan Artikel! Apa pula itu? Secara saya masih oon banget tentang dunia artikel. Punya blog pun dibiarkan berjamur hehe..

Karena penisirin eh penasaran, saya inboxlah yang masang iklan itu yang kala itu namanya Mbak Madu retno ehehehe...singkat cerita saya memutuskan untuk ikut training itu. Ketika training banyak sekali ilmu yang saya dapatkan. Bagaiman cara membuat artikel yang baik, bagaimana membuat awal artikel supaya menarik, dan lain-lain. Kala itu kalau nggak salah materinya dari teh Indari Masturi.

Baca juga: 5 Kuliner Tasikmalaya yang Paling dikangeni Oleh Perantau

Setelah training, maka kami pun dibagi beberapa kelompok pendampingan untuk belajar membuat artikel. Didampingi Mbak Rara Radyanti saya latihan terus membuat artikel yang bagus. Dan dinyatakan lulus. Lalu gabunglah saya menjadi alumni Joeragan Artikel yang ternyata foundernya adalah seorang wanita hebat dalam bidang artikel yaitu Ibu Sri Kuswayati alias Ummi Aleeya.

Beberapa hari kemudian muncullah flyer baru trainning gampang jebol media. Wah, ini mah harus ikut nih, karena serasa keren kan artikel kita muncul di media. Media di sini media online maupun cetak. Dengan mentor Ummi Aleeya sendiri trainning jebol media pun saya ikuti dengan serius. Yang menarik adalah bonusnya itu lho, materi dari mbak Nadia Salma yang mengupas tuntas beberapa media online yang dipastikan dapat membuat kita segera mendapatkan transferan. Wah, keren nih!

Dengan pendampinga Mak Eni Rahayu, untuk pertama kalinya artikelku yang berjudul "Curug Dengdeng, Pesona alam yang masih Perawan" tembus Viva.co.id. Disusul dengan artikel-artikel lainnya. Lalu saya pun tak mau puas diri, saya mencoba media online lainnya, yaitu takaitu, babe, seword, dan nulis.

Tak semua media dengan mudahnya menerima artikel saya, alhamdulillah artikel saya banyak yang tayang di takaitu. Hingga hampir setiap bulan dapat transferan. Selain takaitu, saya juga mendapatkan pendapatan tiap bulan dari nulis.co.id.  Saya juga pernah mengirimkan beberapa kali laporan kegiatan untuk Citizen reporter Harian Surya namun belum juga terbit. Itu semua tak membuat saya patah arang, kalau sudah rezeki pasti nggak kemana. Ya, semua berawal dari training artikel di Joeragan Artikel.

Baca juga: Bukit Kecapi, Kolam Renang Alami di tengah Perkebunan teh

Gara-gara Joeragan Artikel saya mendapatkan banyak ilmu dan juga pendapatan yang lumayan untuk menambah uang belanja keluarga. Mau seperti saya? Ikuti dong prosesnya.. belajar, latihan, dan coba terus dan terus sampai berhasil.


Sabtu, 04 November 2017

Mengenal Sosok Hanny Dewanti, Penulis Baru Sekaligus Writerpreneur yang Multi Talenta

Pic By: Facebook Hanny Dewanti

Berbicara tentang salah seorang mentor saya ini, tak akan lepas dari sosoknya yang hangat, baik dan penuh semangat. Hanny Dewanti adalah sosok yang sangat menginspirasi banyak orang. Tidak hanya dalam hal kepenulisan, tapi juga dalam kehidupan sehari-harinya. Perempuan cantik yang lahir di Surabaya pada bulan Oktober 1986 ini adalah salah seorang penulis baru yang penuh talenta.

Hanny Dewanti atau Honey Dee yang kini tinggal di Samarinda, mengawali karir kepenulisannya pada tahun 2016. Meskipun masih terbilang baru di dunia literasi, namun Hanny membuktikannya dengan berhasil menulis banyak karya baik itu fiksi maupun nonfiksi. Berbagai artikel telah ia buat, dan dalam segala hal ia selalu maksimal. Membuat artikel sehari 20 artikel itu mudah sekali buatnya, dan saya sangat mengagumi itu. Perempuan berkulit putih ini tak hanya penulis namun juga seorang writerpreneur atau pengusaha di bidang tulis menulis.

Baca juga : Membuat Postingan "Menikah Itu Tak Enak" Perempuan ini mendadak terkenal

Yang paling berkesan dari sosoknya adalah semangat belajar yang pantang meyerah. Hanny yang akrab dipanggil "Mak Oney" ini selalu menularkan semangat kapada siapapun. Dan sebagai salah satu muridnya, saya merasakan ketulusan hatinya ketika mengajar. Mak Oney tak pernah berhenti "menghajar" anak asuhnya dengan berbagai cara supaya mereka menjadi lebih baik dan sukses dalam dunia kepenulisan. Ia tak pernah melenakan anak-anak bimbingannya, meskipun terkadang terasa sangat pedas kritikannya. Namun itulah dirinya, seorang yang ingin menghantarkan seluruh penulis yang berada di bawah bimbingannya ke gerbang kesuksesan.

Sebutan Penulis Norak sempat nempel pada dirinya dan menuai pro kontra di antara teman-teman maupun yang mengenalnya. Tetapi menurut mak Oney, norak yang ia maksud bukanlah norak yang negatif, melainkan karena dirinya seorang yang selalu ingin tahu, selalu rame, ingin mencoba hal yang baru, bebas dan selalu ingin membagi ilmunya dengan siapapun.

Hanny Dewanti Sebagai Penulis

Mak Oney telah membuat berbagai artikel yang hampir seluruhnya mendapatkan respon yang positif. Banyak di antara artikelnya telah dibaca ribuan kali. Bukan saja artikel, postingan akun facebooknya juga baru-baru ini tengah viral. Ribuan orang membagikan postingannya hingga ia menjadi buah bibir di berbagai media online.

Ibu dari seorang anak bernama Farel ini,  juga dikenal sebagai ghost writer yang handal. Hasil karya tulisannya di genre fiksi dapat dinikmati di akun wattpadnya @HoneyDee1710. Novel pertamanya yang berjudul Twisted Serenade yang ditulis bersama sahabatnya, Sulis Tyowati adalah novel yang sangat enak untuk dibaca, ngalir dan kaya diksi. Novel ini cukup laris dan diminati, dan kini tengah memasuki cetakan ke dua.

Perempuan yang sangat cerdas dan berwawasan luas ini, telah memiliki prestasi dalam bidang kepenulisan, yaitu:

1. Finalis GWP 3 tahun 2017
2. Penulis Whattpadlit Award 2017.

Kini, calon novel Hanny Dewanti selanjutnya tengah dalam masa revisi di salah satu editor penerbit mayor.

Baca juga: Satu Pria Untuk Dua Cinta

Hanny Dewanti Sebagai Writerpreneur

Mak Oney tidak hanya bergelut sebagai penulis saja, ia bersama sahabatnya mendirikan sebuah agency yang bergerak dalam dunia kepenulisann juga, diberinama Cloverline Creative. Jasa yang ditawarkan yaitu penerbitan dan trainning online.

Adapun training yang ada di Cloverline Creative adalah training kelas fiksi, training puisi, training blog hingga Training Novel. Uniknya, setelah trainning peserta tidak dilepas begitu saja, namun terus digembleng hingga menjadi penulis yang mumpuni. Cloverline Creative kini telah banyak menelurkan buku antologi karya seluruh penulis yang tergabung dalam alumni trainning fiksi, yaitu Cloverline Author.

Menurut Mak Oney, kesuksesannya tak pernah lepas dari izin dan doa suami serta doa orang tua. Sebelum berada di posisinya sekarang, Mak Oney juga sama memulai semuanya dari bawah. Dengan segala ketekunannya serta kegigihan yang tak pernah padam, perlahan namanya semakin berkibar di dunia kepenulisan.

Pesan yang selalu terngiang ditelinga saya sebagai muridnya adalah, "Bermimpilah! Tapi jangan harap mimpimu akan menjadi nyata jika kau tak pernah bangkit dari tidurmu!"

Meskipun kenal lewat dunia maya saja, tetapi buat saya Mak Oney sangat menginspirasi. Dia seorang yang multi talenta. Bisa nulis artikel, nulis fiksi, non fiksi, puisi dan sering menjadi pembicara di berbagai kampus di Kota Samarinda. Saya yakin, suatu hari Mak Oney akan menjadi seorang penulis terkenal di Indonesia.






Kamis, 02 November 2017

Membuat Postingan "Menikah Itu Tak Enak", Perempuan Ini Mendadak Terkenal!

Pic by: Facebook @Hanny Dewanti

Dunia maya atau dunia media sosial memang sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Zaman yang terus berkembang membuat siapapun mampu menjadi perhatian dunia dalam beberapa hari atau bahkan sekejap saja. Meskipun semakin banyak media sosial bertaburan, facebook masih menjadi akun paling banyak diminati oleh masyarakat Indonesia.

Baca Juga : Thor: Ragnarok, Film Thor Terbaik Seajuh Ini!

Oleh karena itu tak sedikit orang memanfaatkan facebook untuk berbagai kepentingan. Bisnis pun kian menjamur di facebook. Sepertinya facebook telah menjadi media sosial yang multifungsi. Tidak hanya sekedar menjalin pertemanan, namun lebih dari itu.

Baru-baru ini sebuah postingan dari akun facebook atas nama Hanny Dewanti sukses menjadi viral, gegera perempuan cantik ini membuat sebuah ungkapan hatinya tentang fenomena anak muda zaman sekarang yang cenderung menganggap nikah itu mudah dan menyenangkan. Postingan ini kemudain mendapat sambutan luar biasa dan dibagikan hingga beribu kali.

Menilik dari isi postingannya, memang sangat wajar jika menjadi viral. Karena dia membeberkan detil tentang pernikahan yang tak disangka oleh remaja atau mereka yang tak tahu kondisi pernikahan sebenarnya. Postingan ini sukses menampar mereka yang menganggap menikah itu enak dan mudah, menikah itu akhir dari masalah, menikah itu penyelesain masalah. padahal menurut postingan itu menikah sangat sulit. Dibutuhkan mental baja yang mau berjuang, dibutuhkan kesabaran yang berlipat ganda, dibutuhkan usaha yang tak pernah menyerah dan lain-lain.

Baca Juga: Satu Pria Untuk Dua Cinta

Menurut postingan itu juga, jika kalian menganggap nikah itu senang-senang, banyak duit, jalan-jalan, itu MIMPI! Hanny juga menambahkan sedikit cerita tentang awal pernikahannya yang tak berjalan mulus, namun berkat mentalnya yang telah siap, semua bisa dilalui dengan baik.

Postingan ini bisa jadi sebagai jawaban atas keresahan atau kegelisahan penulis atas apa yang telah dia perhatikan. Dimana remaja zaman sekarang banyak yang lebih memilih jalan pintas untuk mengejar impiannya. Mereka cenderung melihat pernikahan itu sangat menyenangkan. Tanpa tahu kondisi yang sebenarnya.

Akibat dari postingannya itu, tak ayal lagi nama Hanny Dewanti menjadi buah bibir dan sukses bertengger di berbagai media online nasional. Perempuan berjilbab ini menjadi terkenal dan dikepoin banyak orang.

Semoga mereka yang menganggap remeh pernikahan, tergugah hatinya untuk lebih menempa dirinya dalam rangka menyiapkan batin atau mental. Karena pernikahan bukan hanya sekedar senang-senang, bukan hanya haha hihi, menikah itu sangat kompleks masalahnya. Menikah itu adalah sekumpulan masalah yang harus diselesaikan. Bukan akhir dari permasalahan. Kamu mimpi jika berpikiran menikah itu mudah.

Wahai para remaja! Gali terus potensi dan kreativitasmu! Berkembanglah menjadi sosok yang tangguh! Tentang menikah, tunggulah saatnya tiba ketika kau telah benar-benar siap dengan mental yang telah teruji.