Selasa, 16 Oktober 2018

Inilah 7 Hal Penting yang Wajib Dilakukan Oleh Penulis Pemula Agar Sukses!




Halo Gaesss...

Banyak penulis pemula yang bertanya kepada saya maupun ke teman saya yang lebih senior di bidang tulis menulis, bagaimana sih kiat menjadi penulis sehebat atau sekeren Mbak A (Suwer ... bukan saya ya, karena saya belum keren banget, baru keren aja hihihi)? Saya juga termasuk penulis pemula, biar begitu, tapi saya tahu apa yang kamu mau. Hihihi...

Gaess, menulis itu mudah, anak SD-pun bisa melakukannnya. Tetapi membuat tulisan yang disukai dan diminati penerbit itu tak mudah. Dibutuhkan kesabaran, ketekunan, motivasi, belajar terus menerus hingga akhirnya tahu banyak hal. Buka mata, buka telinga, baca dan serap berbagai ilmu yang mungkin kamu dapat di mana saja. Jika niatmu hanya untuk seru-seruan, nulis hanya untuk syurhat, maka tidak perlu kamu belajar banyak. Tinggal tulis aja, kan gampang.

Kok bisa sih Mbak itu lagi Mbak itu lagi yang diterima naskahnya di penerbit? Aku kapan?
Hai Gaess, ketahuilah bahwa seorang penulis senior pun pernah junior, pernah terseok-seok, pernah dibully, sering ditolak, dan berbagai ketidaknyamanan lainnya. Mereka yang saat ini kamu lihat sebagai orang yang hebat dan ngetop, dahulunya sama kerasnya berjuang bahkan mungkin lebih keras lagi dari kita. 
Baca juga : 5 Tips Sukses Memenangkan Lomba Menulis, Nomor 5 penting Banget!

Lalu aku harus bagaimana? Daripada kamu bingung, nih baca saja tulisan ini yang wajib kamu lakoni dengan ikhls jika ingin jadi penulis yang sukses.

Mana mana? Bentar! Nggak sabar amat! Hehe

1. Nikmati prosesnya

Semalam mengikuti sharing dari penulis buku nonfiksi religi, beliau juga seorang Ustad. Beliau menuturkan bahwa naskahnya diterima oleh penerbit hanya dalam waktu 30 menit saja. Sampai-sampai temannya tidak percaya. Ya, beliau bilang bahwa dibalik 30 menit itu ada dua tahun lamanya dia belajar merangkai kata hingga menjadi tulisan yang ciamik. Dua tahun konsisten. Kamu baru berapa bulan? Sudahkan konsisten? hehe

2. Baca

Ya, baca ibarat amunisi bagi seorang penulis. Dia akan mudah menulis jika di kepalanya sudah banyak ilmu yang diserap. Membaca buku apa saja tentu akan memperkaya wawasan kita yang tentunya akan berpengaruh pada fase mencari ide atau gagasan. Dengan membaca juga membuat tulisan yang kita buat tak akan mentok (stuck), karena kita telah memiliki banyak stok ide di kepala. Masih males baca?

3. Memiliki "Dapur" yang Komplit

Menulis tentu saja akan membutuhkan banyak referensi apalagi untuk tulisan nonfiksi yang notabene tidak boleh ngarang. Jika kita memiliki dapur (perpustakaan) yang komplit tentu memudahkan kita untuk menulis. Milikilah buku-buku referensi yang akan menunjang tulisanmu. Beruntung bagi kamu yang sudah memiliki dapur yang komplit dan rajin baca. Kamu hanya perlu sedikit usaha lagi.

4. Konsisten Berlatih

Hai hai, kamu! Iya kamu! Menulis membutuhkan proses. Seseorang yang konsisten berlatih tentu akan memiliki tulisan yang lebih baik dan enak dibaca daripada yang tidak pernah latihan. Menulis selain membutuhkan ilmu, juga membutuhkan kedisiplinan. Yang paling paham kondisi kamu ya kamu sendiri, maka buatlah jadwal menulis sesuai dengan waktu yang kamu bisa dan cobalah untuk konsisten.

5. Ikut Training kepenulisan

Nah, jika kamu memiliki uang, ikutlah kelas menulis dengan genre yang kamu minati. Tidak perlu mahal, sesuaikan dengan budget kamu. Setelah ikut kelas menulis, maka saatnya kamu mengamalkan ilmu alias praktik. Ini mah ikut training sana sini, praktiknya malas. Ya sama saja dengan bohong. Percayalah, jika kamu benar-benar praktik dari satu training saja yang kamu ikuti, maka pasti akan mendapatkan hasil. Saya sudah membuktikannya lo (Nggaya! haha)

Rekomendasi training yang bisa kamu ikuti : genre anak (Wonderland Family, Kurcaci Pos, Kelas menulis Watiek Ideo, dll), Fiksi dan Novel (Cloverline Creative, MDP-nya Kak Rosi Simamora dll) dan masih banyak lagi training online yang bisa kamu ikuti. Jangan pelit kalau mau bisa, hihi.

6. Jangan Baper

Ketika berproses, adakalanya kamu menemukan ketidaknyamanan ketika dikritik. Buka mind set kamu, camkan dalam otak bahwa kritik yang kamu anggap pedas itu sebetulnya untuk kebaikan kamu. Banyak penulis pemula yang ogah-ogahan dikritik, padahal dengan kritik kita jadi tahu dimana letak kesalahannya dan segera memperbaikinya. Terima kritik dan jadikan itu pelajaran untuk karyamu agar lebih baik.

Bagaimana akan tahu letak kesalahannya jika di kasih masukan aja nggak terima? Ya kan?

Tapi, tidak perlu pedas begitu kali! Hai, setiap orang memiliki style dalam mengkritik.
Saya pernah merasa terharu ketika ada seorang peserta training cerpen yang saya kasih krisan (kritik dan saran) mengatakan bahwa gara-gara saya yang sedikit galak waktu itu (sedikit ya), dia jadi belajar banyak. Endingnya kini, cerpennya dipuji oleh sang mentor (mantap kan!)
Beda lagi kalau dia dulu sebel dan ngedumel lalu berhenti menulis. 

7. Mencari Bukan Menunggu

Ini maksudnya buat kamu yang ingin mencoba peruntungan mengirim ke penerbit. Jadi intinya kamu harus mencari tahu bukan menunggu kesempatan. Kamu harus aktif mencari informasi baik itu ke sesama penulis yang sudah senior maupun ke penerbit sendiri. Jadilah orang yang SKSD di jalan yang benar (gimana itu maksudnya?) hahaha silakan artikan sendiri.

Gaes, itulah sedikit cuap-cuap dari seorang penulis pemula yang masih terus belajar. Jika ada pengalaman lain yang kalian punya, boleh tulis dikomentar ya. Semua penjelasan di atas adalah hasil dari pengalaman dan pengamatan saya, maafkan saya jika ada salah-salah kata. Doakan agar buku-buku saya segera terbit, supaya bisa berbagi pengalaman lagi pada kalian.

Teruslah menulis dan ukirlah sejarahmu sendiri!





Selasa, 02 Oktober 2018

Inilah 5 Tips Mudah Mengajarkan Anak Bersepeda Roda Dua

Source : www.parenting.co.id


Halo selamat malam,

Mau berbagi kisah pribadi saja, karena setelah saya survei di facebook, tak sedikit ibu-ibu yang kebingungan mengajarkan anak supaya bisa bersepeda roda dua hehe.

Biasanya anak mulai suka memakai bersepeda usia TK (4-5 tahun) karena melihat temannya.
Menurut saya wajib hukumnya anak laki-laki maupun perempuan bisa menggunakan sepeda . Karena selain membuat anak semakin percaya diri, juga merupakan skill dasar sebelum anak belajar mengendarai sepeda motor. Ini ilmu dan keahlian yang wajib bagi semua anak sebagai bekal hidupnya.
Bersepeda roda dua bagi anak tentu tak mudah, karena mereka sudah terbiasa dengan sepeda roda dua yang ada roda bantunya di belakang. Tetapi ketidakmudahan ini justru bisa dijadikan pembelajaran dan pengalaman berharga bagi anak. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari belajar sepeda roda dua, seperti belajar sabar, pantang menyerah, berani, dan lain-lain. Bagi anak, bisa memakai sepeda roda dua itu adalah kebanggaan tersendiri. 

Bersepeda juga sangat bagus bagi kesehatan dan kebugaran anak. Bukan hanya itu, manfaat bersepeda juga bisa sebagai ajang sosialisasi dengan temannya. Yang lebih kerennya lagi, bersepeda bersama dapat mempererat ikatan antara anak dan orang tua.

Lalu bagaimana cara mengajari anak agar bisa bersepeda roda dua?

1. Keinginan dari dalam Diri Anak

Pertama dan paling utama adalah keinginan untuk belajar bersepeda roda dua adalah berasal dari dalam diri anak. Jadi, si anak lah yang harus memiliki keinginan untuk bisa. Semakin anak besar keinginannya, maka belajar pun agar lebih cepat bisa.

Bagaimana cara menumbuhkan minat anak untuk memiliki keinginan belajar sepeda roda dua?
Tentu saja dengan seringnya anak berhubungan dengan dunia luar. Maksudnya anak sering bermain dengan temannya, apalagi jika temannya itu sudah pandai bersepeda roda dia. Dengan sering melihat temannya, otomatis anak akan mau dengan sendirinya (termotivasi). Anak-anak jangan dikekepin terus di rumah ya ayah bunda, bebaskan dia untuk bermain dengan anak sebayanya.

2. Dampingi Prosesnya

Ketika anak sudah memiliki keinginan untuk belajar, maka tugas orang tua mendampingi. Jangan malas apalagi menyepelekannya. Perlihatkan pada anak bahwa ayah atau bunda pun semangat mendampinginya. Lebih berkesan jika ayah bunda pun ikut bersepeda, pasti anak pun makin semangat.

3. Berikan Informasi yang Penting

Sebelum memulai belajar, berikan pengetahuan /pembekalan pada anak tentang cara bersepeda yang baik. Berikan informasi tentang cara mengerem, bel, bersepeda di sebelah kiri, berhenti dulu dan tengok kanan kiri kalau mau nyebrang dan lain-lain. Jangan lupa katakan pula hal-hal tak terduga yang mungkin terjadi, seperti jatuh dari sepeda, tergores dan sebagainya. Tujuannya agar anak lebih siap jika hal itu terjadi.

4. Teknik yang Mudah

Bisanya jika anak sudah lancar mengayuh di sepeda sebelumnya, akan mudah ketika belajar roda dua. Orang tua tinggal memegang dari belakang sebentar saja, in sya Allah sudah bisa mengayuh mseki satu atau dua kayuhan. Ada juga orang tua yang memilih memberikan anaknya sepeda keseimbangan khusus untuk belajar keseimbangan. Itu bisa jadi alternatif juga, belajar keseimbangan dulu barulah diberikan sepeda yang ada kayuhnya. Tetapi jika tidak belajar sepeda keseimbangan pun, asal orang tua sedikit bersabar dan anaknya semangat, pasti akan cepat bisa. Yang patut diperhatikan adalah kaki anak bisa menyentuh tanah agar bisa menahan sepeda ketikaakan jatuh.

Seperti halnya anak saya, Azni. Dia memang memiliki semangat besar untuk bisa, dalam dua hari belajar saja (@sekitar 30 menit), dia sudah bisa mengayuh sendiri meski masih jatuh-jatuh kakinya (belum jauh). Namun dia percaya diri, karena saya dorong dan dukung. Tiga hari dia sudah balapan dengan teman-temannya hehe

5. Selalu berikan pujian pada Anak

Jika anak berhasil melakukan suatu perbuatan yang baik, maka orang tua wajib memujinya. Katakan kalau ayah atau bunda bangga dengan perjuangan anak dalam belajar sepeda roda dua sampai bisa. Ingat ayah bunda, bagi anak bersepeda roda dua itu sulit dan penuh perjuangann. Jangan samakan dengan pikiran orang tua ya.

In sya Allah dari proses belajar sepeda roda dua anak akan belajar bahwa jika dia bersungguh-sungguh pasti akan berhasil, dia juga akan tahu bahwa sabar itu memang memberikan keuntungan baginya.

Bagi orang tua, ayo semangat mengajarkan dan mendampingi anaknya belajar sepeda. Semoga berhasil ya.





Minggu, 05 Agustus 2018

Inilah 2 Kalimat Ajaib yang Bisa Membuat Anak Tidak Keras Kepala Alias Menurut. Ada Informasi Tentang Generasi Stroberinya Juga Lho!


Pic from Google

Anak bunda keras kepala? Suka melawan? Tak bisa dibilangin? Itu sih faktor orang tuanya Bun, hehehe...

Mohon maaf sebelumnya, saya nulis ini hanya berbagi ilmu yang saya dapatkan dalam sebuah school parents, diadakan di sekolah anak saya yang besar dengan narasumber seorang perempuan ahli parenting dan ahli hipnoterapi, yaitu Umi Fadhilah (titelnya panjang, makanya jadi lupa mau menuliskannya) wkwkwk.

Masalah anak sekarang kian beragam dan kompleks ya, Bun. Sialnya masalah mereka itu sangat berbeda dengan masalah ibu bapaknya zaman dahulu, betul tidak? Jika dahulu masalah anak itu sederhana, sekarang jadi sangat ruwet. 

Baca juga : Inilah Trik Ampuh Agar Anak Mengikuti Apa yang Orang Tua Harapkan

Apa pasal?

1. Orang tua sekarang ingin enaknya saja/gampangnya saja. Males mendidik anaknya, lebih mempercayakan pada pembantu atau sekolah.
Betul tidak?
Coba sekarang saya tanya, "Bunda memiliki kurikulum anak di rumah?" saya yakin mungkin hanya beberapa saja yang memiliki. Padahal anak itu 80% dibentuk di rumah, 20 % di sekolah. Aapalagi untuk anak di bawah tujuh tahun, itu benar-benar pendidikan rumah yang mendominasi. Pada fase ini, fondasi karakter anak dibentuk.
Siapa yang membentuknya? Ya orang tuanya dong. Makanya ada sebuah statement dari seorang ahli hipnotherapi, "orang yang memutuskan untuk menikah dan memiliki anak, otomatis harus belajar bagaimana memahami anak".

2. Orang tua tak mengupgrade ilmu tentang perkembangan anak zaman now. Anak diperlakukan sama dengan apa yang dia dapat saat kecil. Padahal itu zaman telah lamaa bangeeett..

Coba kita bandingkan zaman dulu kita waktu kecil dengan dunia anak sekarang. Anak sekarang kurang mengenal makna "perjuangan" mencapai sesuatu, serba mudah dan serba disediakan.

Kenapa ya bisa begitu? Karena ibu bapak zaman now semua sibuk nyari uang. Uang itu untuk siapa kalau bukan untuk anak. Begitu kan? Makanya anak pengen ini, oke. Pengen itu, oke. Yang penting anteng dan nggak ganggu kerjaan Ayah dan Bunda! Betul tidak?

Nah dari situ timbullah apa yang dinamakan GENERASI STROBERI.
Wah, apa itu generasi stroberi?
Semua tahu kan buah stroberi? Tampak imut, lucu, manis, tampak manis dan menarik. Namun dibalik itu, rasanya kecut, kulitnya kasar dan rapuh.

Generasi stroberi adalah generasi yang  kecerdasannya snagat luar biasa, namun kepribadiannya rapuh. Dapat masalah sedikit, stress. Dapat kendala seiprit, putus asa dan lain-lain. Itu terjadi nanti saat anak dewasa. Sementara dibentuknya dari kecil.

Anak tak pernah mendapat masalah, tak pernah diajarkan makna perjuangan, segala dikasih dan difasilitasi, maka akan terbentuk karakter yang rapuh dan mudah putus asa.

Siapa lagi yang salah? Ya orang tuanya lah. Emang siapa lagi?

Biasanya generasi stroberi ini lahir dari sekolah "wah" yang wali muridnya middle class ke atas. Mereka orang berada yang sangat memberikan kepercayaan pada sekolah tersebut untuk mendidik anaknya.
Anak dimanja, jika diberikan sedikit kesusahan oleh pihak sekolah, orang tuanya akan protes. Anak dininabobokan.

*(Pembahasan generasi stroberi akan saya tulis lebih lengkapnya nanti)

3. Adanya Gempuran Gadget
Tak ada satu pun anak yang tidak suka main gadget/game. Semua suka.
Tahu tidak kenapa anak suka main game? Karena di dalam game anak merasa dihargai dan diapresiasi. Lihat saja game-game anak bunda, pasti pertama itu disambut, lalu jika menang dapat penghargaan dan bisa hidup kembali. Kenapa kita tidak belajar dari game? Cobalah bunda menyambutnya, lalu kasih penghargaan jika anak berbuat baik, maka mungkin dalam alam bawah sadar anak akan merekam dan mempengaruhi karakteristiknya kelak.
Game dari Hp atau pun dari manapun itu tentu saja berdampak negatif bagi anak. Anak yang kecanduan game tidak akan mengenal waktu, tak mau mendengar dan cenderung pemarah. Tetapi tak ada pilihan memang bagi orang tua, maka pembuatan jadwal main game mungkin menjadi solusi.

Nah, bagaimana biar anak tidak keras kepala, ngeyel, membangkang dan bahkan menganggap orang tuanya cerewet?

Menurut Umi Fadhilah (pakar parenting dan hipnoterapi), ada dua kunci ampuh supaya anak tidak keras kepala, membangkang dan ngeyel.
1. Anak kadang menganggap kita cerewet alias bawel. Maka dia akan protes atas sikap kita. Nah makanya Bunda harus mengaplikasikan ilmu ini terus menerus agar anak mengingatnya.

"Sayang, Bunda pernah menjadi kamu, sedang kamu belum pernah menjadi Bunda."
Kalimat sakti ini bisa dikatakan sejak kecil, dan jika anak mulai lupa, maka ulang kembali kalimat itu hingga anak mengingatnya terus jika Bunda pernah sepertinya dahulu. Kalimat ini bisa ampuh dalam masalah apapun dan sampai kapanpun. Anak mulai remaja, dia akan percaya pada bunda karena bunda pernah remaja.

Baca juga : 3 Hal Krusial Dalam Mengasuh Anak yang Sering Terlupakan Oleh Orang Tua Menurut Pakar Hipnoterapi

2. Libatkan kata Allah dalam setiap kalimat.
"Silakan kakak tidak salat juga, Mama tidak marah. Tapi ingat ada Allah yang akan marah."
Libatkan kata Allah dalam ucapan, agar anak memang takut sama Allah bukan sama orang tuanya. Sehingga ketika orang tuanya tidak ada pun, mereka akan takut sama Allah dan melakukan kewajibannya.

Nah ada bonus buat anak yang susah bangun pagi. Ini disebut alarm alami. Caranya ketika akan tidur, bunda tanya "mau bangun jam berapa?" anak jawab jam 5.
Katakan tiga kali, "jam lima kita?" anak menjawab "bangun!" dan suruh bayangkan jam lima di dinding, maka in sya Allah dia akan bangun jam lima pagi.

Intinya begini ya bunda, apapun yang hari ini telah menjadi kebiasaan buruk anak, akar penyebabnya adalah kesalahan pola pengasuhan orang tua. Orang tua yang bahagia akan mampu mengasuh anaknya dengan sangat baik, sebaiknya jika orang tua tida bahagia, maka pengasuhan anak pun terbengkalai. Kebahagiaan hati bunda terletak pada cinta pasangannya, oleh karena itu tugas suami untuk selalu mengisi tangki cinta istrinya agar selalu bahagia. Pertama dan yang paling utama kunci sukses mengasuh anak adalah, orang tua yang bahagia. Lupakan masa lalu, kejelekan yang lalu, dendam dan kesalahan masa lalu,  mulai hari ini dan ke depan jadilah sosok hebat yang benar-benar mencintai dan dicintai anak, hingga anak dnegan bangga akan menyebut anda sebagai bunda yang terbaik dalam hidupnya.
  

Sabtu, 28 Juli 2018

5 Tips Sukses Memenangkan Lomba Menulis, Nomor 5 Penting Banget!

Pic from google


Hai hai selamat pagi...

Pagi-pagi udah nulis tips aja, hehe ... emangnya kamu siapa, Yeti?

Saya memang bukan siapa-siapa sih, tapi meskipun bukan siapa-siapa, boleh kan sedikit berbagi? Saya hanya ingin berbagi seuprit pengalaman saya saja dalam hal menulis terutama untuk lomba baik itu lomba di penerbit mayor maupun Indie.

Sebagaimana kita ketahui bahwa banyak sekali lomba-lomba yang diselenggarakan oleh penerbit, baik penerbit Indie maupun Mayor. Saya memulai menulis memang dari ajang lomba-lomba. Bukan apa-apa sih, bagi saya ikut lomba dpat dijadikan sebagai tolak ukur mengukur kemampuan. Jadi istilahnya sudah sejauh mana kemampuan kita setelah belajar dan belajar. Nah ketika mengikuti lomba dan menang, percaya diri pun kian meningkat, hehe..

Pertama kali saya ikut lomba itu di penerbit Indie, tepatnya lomba cerpen Jejak Publisher sebagai peserta terbaik (maksudnya yang masuk dibukukan) belum juara ya. Lalu fiksimini di penerbit yang sama juga masuk sebagai peserta yang dibukukan, lalu terakhir ikut lomba kisah inspiratif dan alhamdulillah menang juara dua (dapat voucher penerbitan dan pulsa hehehe).

Setelah menjajal di penerbit indie, saya belum puas dong. Maka untuk mengetahui apakah saya sudah cukup oke, saya harus naik tingkat. Maka saya pun ikutlah lomba menulis di penerbit mayor yang artinya saingannya pun lebih bejibun. Pertama kali ikut lomba di penerbit mayor adalah saat ikut sayembara menulis di Penerbit Wahyu Qolbu. Saya ikut beberapa kali, tetapi gagal huhuhu... sakitnya tuh di sini (nunjuk dada).

Saya tak menyerah dong, masa anak baru kemarin sore menyerah? Kan gak lucu heheh....
Dengan mencermati karya orang lain, saya pun nekat ikut lagi lomba di penerbit yang sama, sayembara menulis "Untuk Hati yang Pernah Singgah" intinya menceritakan tenteng mantan. hehehe...


Doc pribadi


Alhamdulillah saya masuk dalam sepuluh orang yang beruntung, karya pun dibukukan. Yey yey yey! hehe norak norak bergembira ...

Setelah itu saya pun ikut Parade Lomba Menulis Penerbit Diva Press dan alhamdulillah menang lagi ye ye ye norak lagi

Terakhir, saya ikut lomba menulis kisah based on true story Penerbit Checklist, alhamdulillah berhasil berhasil berhasil... jadilah buku saya nongkrong di gramedia, Percayalah Semua Akan berakhir Indah.

Ada sih beberapa teman yang nanya, gimana sih biar bisa menang lomba?
Oleh karena itu saya curhat nih di blog saya ini, bukan berarti saya udah pinter ya. Jauuuh banget, saya mah masih remahan rengginang di ujung toples nastar heheh.... masih harus banyak belajar.

Setidaknya ada beberapa 5 hal yang harus dilakukan penulis supaya dapat menang lomba versi saya tentunya :

1. Ikuti Aturannya

Maksudnya begini, jika dari panitia lomba bilang sayaratnya begini dan begitu, maka ya harus seperti itu. Tidak boleh tidak, apalagi nawar. hehe ... tipsnya adalah baca dengan seksama semua informasinya dan tuliskan lagi di agendamu. Ketentuannya plus deadlinenya kapan?
Ini wajib hukumnya, kan sayang jika karyamu bagus, tapi terganjal masalah kesalahan teknis doang.

2. Buat Outline

Nah ini perlu sekali. Pikirkan dulu tema dan outline yang akan dibuat. Lalu bikinlah oret-oretannya. Ini penting supaya nulisnya ntar lancar jaya.

3. Pikirkan cerita yang Unik

Maksudnya unik itu cerita tidak umum. Conyohnya untuk buku Me and My Pet, jika mungkin orang lain menceritakan peliharaan seperti kucing, anjing, burung, kelinci, dll maka saya menulis tentang hamster hehe... karena memang punyanya hamster doang sih itu juga udah mati huhuhu ....
(Waktu itu bleum punya si Rocky, kucing manisku)

doc pribadi


4. Kreatif dalam mengambil sudut pandang

Maksudnya adalah jika orang lain umumnya mengambil sudut pandang itu-itu saja, maka cobalah dari sudut pandang yang tak biasa. Contohnya, waktu lomba menulis based n true story penerbit Checklist tentang sesuatu yang dulu dianggap musibah ternyata itu takdir Allah paling indah, saya pikir saya perempuan, mungkin akan berbeda jika saya mengambil sudut pandang laki-laki. Maka jadilah saya menuliskan tentang seorang suami yang dulu begitu tidak menyukai istrinya karena berbagai sebab, namun akhirnya dia sadar bahwa perempuan tersebut adalah yang terbaik dari Allah.
(Jangan tanya itu cerita siapa ya hahaha)

Doc Pribadi


5. Jangan Mepet Dedaline dan Self Editing
Big no banget nih mepet DL. Sebisa mungkin ya menulis dengan santai, lalu diamkan beberapa hari dan perabaiki baik konten maupun cara penulisan. Self editing itu wajib hukumnya.  JIka memang penggemar deadline banget (udah mendarah daging), ya paling tidak udah nulis 3/4 sebelumnya, barulah benar-benar "berjuang" dengan deadline. hehehe... kalau nulis semua pas saat menjelang deadline saya sih kurang bisa menjamin ya. Tulisan buru-buru, pasti takkan sebaik dan semengalir jika ditulis santai.

Nah itu dia 5 hal yang bisa saya bagikan berdasarkan pengalaman saya yang baru secuil saja. Selain 5 hal tadi tentu saja teknis menulis harus sudah dikuasai ya, setidaknya baca kitab sakti para penulis, PUEBI/KBBI. Jika mau menambahkan silakan ya. Mohon maaf jika ada salah-salah kata. Semoga bermanfaat.

Jangan menyerah jika belum berhasil, coba lagi dan lagi. In sya Allah kamu akan mengetahui polanya dari pengalaman tersebut. 

Salam menulis!

Kamis, 12 Juli 2018

Inilah Trik Ampuh Agar Anak Mengikuti Apa yang Orang Tua Harapkan

Pic from : google


Hallo Ayah Bunda yang penuh semangat!

Menjadi orang tua memang tak mudah ya? Ada aja masalah anak yang membuat kita geleng-geleng kepala bahkan stress. Apalagi zaman milenial ini, anak-anak serba canggih dan kritis. Tantangannya lebih dahsyat, betul nggak sih?

Permasalahan pengasuhan anak memang sering menjadi masalah tersendiri dalam kehidupan rumah tangga. Tak jarang orang tua yang angkat tangan dalam menyelesaikan masalah anak dengan mengirimnya ke psikolog atau konsultan. Mereka tak mengerti apa yang terjadi pada anaknya, apa yang harus diperbuat? Anak pembantah, tak mau dibilangi atau dinasehati, suka melawan, sering membentak, pembohong, hingga liar. Buah cinta kita yang dulunya begitu imut, sejalan dengan berjalannya waktu malah membenci kita. 

Duh terkadang suka ngeri ya Ayah Bunda melihat fenomena seperti itu. Itu nyata lo, bukan dongeng.

Kenapa anak zaman sekarang cenderung lebih mudah marah atau tersinggung? 
Karena orang tua sekarang kurang quality time dengan anak, sibuk dengan pekerjaannya. Jika zaman dulu permasalahan anak bisa diminimalisir dengan seringnya makan bersama, bepergian bersama atau kebersamaan lainnya, zaman sekarang tidak bisa terutama bagi anak dengan orang tua yang sibuk bekerja.
Sadar atau tidak Ayah Bunda bahwa semua yang terjadi pada anak kita saat ini adalah hasil dari pengasuhan kita. Anak tidak pernah salah, orang tualah yang tak berilmu dan tak berusaha mencari ilmu tentang memahami anak. Begitu kata pakar hipnoterapi, Bapak Arisandi.

Anak kecanduan gadget bahkan sampai masuk rumah sakit jiwa gara-gara game online. Naudzubillah, jangan sampai terjadi pada anak kita ya.

pic from google

Itu juga karena kesalahan pengasuhan kita sebagai orang tua. Memang tak bisa betul-betul bebas dari gadget, tidak mungkin rasanya untuk kondisi saat ini. Namun diperlukan kebijaksanaan ketegasan peraturan yang orang tua terapkan. Tahu sendiri kan jika anak sudah suka sama game, disuruh apa-apa juga susahnya minta ampun. Disini diperlukan peran aktif orang tua untuk memberi contoh atau membuat peraturan yang disepakati bersama.

“Suka atau tidak, ketika anda sudah menjadi orang tua, anda harus belajar ilmu memahami anak.” kata Bapak Arisandi lagi. Beliau bahkan sampai resign dari pekerjaannya hanya karena ingin memahami segala hal yang ada pada anaknya. “Anak adalah amanah dari Tuhan dan akan diminta pertanggungjawabannya kelak,” lanjut beliau.

Banyak kasus anak bermasalah yang telah beliau terima. Kebanyakan dari kasus yang datang adalah berasal dari kesalahan pengasuhan anak ketika umur 7 tahun ke bawah. Ya, tujuh tahun ke bawah adalah fondasi yang akan menentukan pola pikir anak dewasa nanti.

Sebagai contoh: Ada kasus fobia hujan mendera seorang pemuda yang datang berkonsultasi. Dia selalu takut hujan, karena jika terkena air hujan dia akan langsung sakit. Setelah ditelusuri panjang kali lebar, si anak tersebut takut hujan karena orang tuanya sewaktu kecil selalu bicara begini, “Nak, jangan hujan-hujanan nanti sakit!” Ternyata perkataan itu masuk ke alam bawah sadar anak, jika hujan pasti dia akan sakit. Begitu ampuhnya perkataan seorang ibu hingga terbawa sampai anak besar.

Selain kasus tadi, ada banyak sugesti negatif yang sadar atau tidak direkam anak hingga dewasa. Maka kesimpulan beliau adalah segala hal negatif yang terjadi pada perilaku anak atau remaja, itu akibat dari kesalahan pengasuhan orang tua saat di bawah usia tujuh tahun. Banyak sugesti yang tidak sadar diucapkan orang tua pada anaknya hingga menumpuk di alam bawah sadar anak, diolah dan diambil kesimpulan.

Tetapi jangan khawatir bunda, jika anak masih di bawah usia 12 tahun masih bisa dibenahi. Ada sebuah trik ajaib yang mampu merubah anak menjadi lebih baik, lebih semangat, lebih rajin, lebih lembut, lebih cerdas dan lebih-lebih lainnya. Asal ayah bunda konsisten, maka in sya Allah akan berhasil.

Wah, apa sih triknya?

Hipnotis saat tidur. Ya, ayah bunda bisa menghipnotis atau menanamkan petuah baik (menyugesti) sesuai dengan yang ayah bunda kehendaki lewat alam bawah sadar anak saat tidur.
Bagaimana caranya?

Tidak sembarangan ayah bunda. Saya sebelumnya tahu tentang cara ini dan sering praktik, namun ternyata cara saya kurang tepat. Langkah-langkah yang tepat adalah :
1.      Pastikan anak sudah tidur lelap. Jika masih nyahut dan noleh berarti belum nyenyak.
2.  Tepuk tangannya atau bagian tubuh manapun dan panggil namanya. Jika anak sudah menunjukkan reaksi, mungkin dengan mengeluarkan suara hmmm ... atau reaksi lainnya, saat inilah yang paling tepat ayah bunda untuk mengucapkan sugesti.
3.     Satu menit yang sangat krusial. Ayah bunda hanya memiliki waktu 1 menit saja dari sejak anak bereaksi hingga anak terlelap lagi. Segera kunci anak kita dengan perkataan “Nak, ini mama atau papa. Tetaplah tidur dan dengarkan apa yang mama atau papa katakan. Mengerti?” jika anak mengangguk, maka alam bawah sadar anak sudah terkunci. Inilah saat yang tepat ayah bunda menghipnotis atau menyugesti.
4.     Sebelum melakukan sugesti, lebih baik jika orang tua sudah menuliskan kata-katanya. Bacakan atau katakan dengan suara yang lembut. Ingat, sugesti ayah bunda harus spesifik, tidak boleh terlalu umum apalagi ambigu. Dan, ingat pula hanya boleh menyugesti satu masalah saja, tidak boleh lebih dari satu apalagi sampai dilist (emangnya daftar belanjaan :D).
Contoh : Nak, mama ingin kamu suka makan sayur. Mama yakin makin lama sayur akan makin enak (ucapkan sebanyak tiga kali). Ini untuk anak yang tidak suka sayur ya.
Atau, “Mama yakin kamu akan mudah mengerjakan soal matematika. Makin lama matematika akan makin mudah.”
5.  Perhatikan perubahan sikap anak dalam beberapa hari (paling tidak 7 hari). Jika sudah ada perubahan, baru anda menyugesti lagi hal lainnya. Jika belum ada perubahan, bisa diulangi lagi.
6.    Untuk meengecek apakah sugesti anda diterima semalam, tanyakan di pagi hari apakah anak ingat semalam ayah atau bunda bangunkan. Jika tidak, maka in sya Allah sugesti ayah bunda sudah diterima alam bawah sadar anak.

Nah, bagaimana ayah bunda? Mudah bukan. Semoga membantu. Sejatinya menjadi orang tua adalah pekerjaan yang tak mudah, namun itu ibadah yang akan membawa kita ke surganya Allah. Anak yang saleh dan salehah akan menjadi permata dan tabungan untuk kita kelak. Mohon maaf bila ada kata-kata yang salah, materi ini saya dapatkan dari seminar parenting dengan pakar hipnoterapi.


Minggu, 08 Juli 2018

3 Hal Krusial Dalam Mengasuh Anak yang Sering Terlupakan Oleh Orang Tua Menurut Pakar Hipnoterapi


Pic from : Google


Hallo Ayah Bunda,

Ada yang sedang  bermasalah dengan anaknya? Anaknya mudah marah dan tersinggung? Susah dibilangi atau tak menurut? Sulit sekali disuruh apapun, apalagi belajar. Makanpun kadang sulitnya minta ampun, saking asyiknya sama game. Dibilangin marah-marah. Duh ... rasanya pusiang ya Bunda hehe. Kita sebagai orang tua inginnya anak itu penurut, manis, soleh dan tentus aja cerdas.

Apa yang terjadi dengan anaknya Ayah dan Bunda??

Ayah dan Bunda harus ingat bahwa anak adalah hasil dari pengasuhan ayah bunda sendiri. Apa yang ayah bunda katakan, intervensikan dan lakukan semuanya direkam anak. Artinya, apa yang terjadi pada anak sekarang adalah sebagai output dari apa yang ayah bunda inputkan selama ini. Sadar atau tidak sadar, anak-anak mempelajari apa yang ada di sekitarnya. Bagaimana ayah bunda bersikap, berkata-kata, memperlakukannya akan anak oleh hingga menjadi sebuah kesimpulan yang kemudian dia keluarkan dalam bentuk sikap atau perilaku. 

Dengan memahami itu, seharusnya Ayah bunda tahu apa yang menjadi kesalahan dalam pengasuhan anaknya. Dan yang lebih penting mengetahui apa yang harus dilakukan terhadap anaknya.

Ayah, Bunda, anak usia di bawah 12 tahun secara teori masih bisa dibenahi. Artinya apa yang terjadi pada anaknya masih bisa diluruskan. Asalkan konsisten dan ada kemauan yang kuat. Di atas 12 tahun, sudah tidak bisa, sulit merubah apa yang sudah menjadi kemauan dan keyakinannya.

Lalu apa yang harus dilakukan untuk meluruskan perilaku anak dengan tepat? Harus mulai dari mana? Bingung kan?

Jangan bingung ayah, bunda. Ini nih formulanya! Formula WAJIB didapatkan anak dari orang tuanya. Wajib itu jika dikerjakan dapat untung (pahala), jika tidak anda akan merugi.

Menurut Bapak Arisandi, seorang pakar hipnoterapi yang sering menangani berbagai kasus anak yang bermasalah, ada tiga hal krusial yang sering terlewatkan dalam pengasuhan anak. 3 hal ini semestinya sudah anak dapatkan di bawah umur 7 tahun. Dimana fondasi hidup dibentuk di usia itu. Jangan salah, umur 7 tahun ke bawah adalah sebuah usia krusial dimana anak terbentuk karakternya, terbentuk keyakinannya dan terbentuk jiwanya yang akan dia bawa hingga nanti dewasa. Jadi, apa yang dia putuskan di usia dewasa sangat dipengaruhi oleh apa yang anak dapatkan di usia tujuh tahun ke bawah itu.

Itulah mengapa dikatakan bahwa usia balita adalah masa golden age. Itulah mengapa dikatakan bahwa anak itu sebisa mungkin ada dalam pengasuhan orang tuanya, bukan baby sitter atau pembantu. Karena masa-masa itu akan anak bawa hingga nanti dewasa. Jika anak merasa terluka di usia itu, maka dewasanya akan dipastikan menjadi pribadi yang sadar atau tidak akan melampiaskan lukanya. Maka, jangan heran banyak kasus fatherless, karena si ayah tidak tahu /tidak mengerti bagaimana memperlakukan anaknya. Si ayah juga tidak memiliki cinta yang tidak tebentuk dari kecil.

Jika anak merasa ketakutan ketika kecil, maka besarnya akan tidak percaya diri dan tak menghargai orang tuanya. Jadi, apa yang terjadi pada anak ayah bunda saat ini adalah akibat dari apa yang ayah bunda lakukan di waktu kecil. Setuju?

Nah 3 formul tadi adalah:

1. Rasa Aman.

Sudahkah ayah bunda memenuhi kebutuhan anak pertama ini? Anak akan merasa aman ketika dekat dengan orang tuanya, setuju? Anak merasa aman dalam pelukan bunda, dalam pelukan ayah. Anak merasa aman dalam keluarga yang mau mendengar dan menerima dia apa adanya.

Contoh : ketika kecil, anak tidak mau ditinggal ayahnya bekerja. Lalu ayah melakukan hal yang menurut ayah paling baik. Ayah pergi pelan-pelan ketika si anak sedang asyik nonton televisi. Nah, dari kasus ini pun akan terbentuk rasa ketakutan anak. Takut ditinggal orang tua, gelisah, was-was hingga emosinya terbentuk dengan rasa ketakutan dan gelisah. Bisa dipastikan nanti dewasanya anak akan mengalami ketakutan dan ketidakmampuan memutuskan sesuatu. Takut salah, takut begini, yakut begitu dan lain-lain.

2. Kebutuhan untuk dicintai dan disayangi

Anak merasa disayangi dengan disentuh atau dipeluk. Anak merasa berharga ketika ayah bunda menerima apa adanya. Tidak banyak tuntutan dan selalu mencintainya apapun yang terjadi. Banyak kasus anak yang merasa tak dicintai karena ayah bundanya sibuk bekerja. Banyak kasus anak yang merasa tak disayangi karena ayah bundanya tak pandai menanamkan rasa cinta itu. Banyak pula anak yang merasa tak berharga karena ayah bundanya tak pernah memuji. Anak sedih, anak kecewa, parahnya orang tua tidak pernah tahu. Apalagi jika dalam keluarga ayah bunadanya sering bertengkar, sering teriak dan menyakiti, sudah pasti anak tak akan memiliki rasa cinta dan sayang hingga nanti dewasa. Yang ada dalam hatinya hanya luka.

3. Otorisasi /kekuasaan

Pernahkah ayah bunda memaksakan kehendak ayah bunda pada anak? Anak ingin memakai baju A, ayah larang. Anak ingin memakai sepatu B, bunda larang. Anak ingin ini tidak boleh, melakukan itu tidak boleh. Ayah, Bunda, setiap anak yang sudah memiliki keinginan pasti akan memilih sesuatu berdasarkan kesukaannya. Disini diperlukan kebijaksanaan ayah bunda untuk menerima pendapat atau keinginannya. Memang tidak semua keinginan anak baik, tetapi kita sebagai orang tua juga setidaknya memberikan beberapa kali kesempatan padanya untuk memilih.

Apalagi jika anak sudah usia SD, berilah dia kekuasaannya. Biarkan dia mendapatkan pengalaman dari apa yang telah menjadi keputusannya. Dan dari itu, dia belajar. Ketika ayah bunda tak pernah memberinya kekuasaan pada dirinya, bisa dipastikan dewasanya dia akan tergantung pada orang lain yaitu mungkin ayah atau ibu. Anak lelaki nantinya akan menjadi kepala keluarga, masa iya apa-apa harus tanya dulu ayah bunda? Apa tak merepotkan ayah bunda juga? Itu sama dengan menumpuk masalah, bunda. Banyak kasus seperti ini yang asal muasalnya akibat dari pengasuhan yang slah saat kecil. Hingga anaknya tak bisa menjadi orang tua yang demokratis juga bagi anaknya kelak. 

Ya, rantai kesalahan pengasuhan itu akan terus diwariskan dari generasi ke generasi berikutnya. Tak akan ada perubahan selama belum ada satu generasi yang mengubahnya. Selama ini pengasuhan didasarkan pada apa yang didapat dari orang tua kita, tetapi sebetulnya jika kita mau belajar, kita bisa mengubah rantai itu. Kuncinya mau belajar dan konsisten melakukannya. 

Ingat ayah bunda, anak adalah titipan Tuhan dan akan diminta petanggungjawabannya kelak. Seorang perempuan dan laki-laki yang memutuskan menikah dan otimatis punya anak, maka dia mau tidak mau harus belajar ilmu untuk memahami anak. Bukan soal materi semata, asal makan mah, monyet juga bisa. Manusia dengan 1 triliun sel otak, sangat mungkin melakukan banyak hal. Jangan sampai kita menyesal di kemudian hari karena telah menyia-nyiakan kesempatan ayah bunda dalam mengasuh anaknya.

Nah, jika merasa anaknya sudah terlanjur selalu membantah, tak mendengar nasihat bunda, mudah marah dan tersingggung, maka saatnya ayah bunda introspeksi diri. Anak tidak pernah salah. Selama masih di bawah 12 tahun, masih bisa diluruskan, kejar ketertinggalan 3 formula tadi dan lakukan dengan konsisten. Segala usaha yang maksimal pasti akan mendapatkan hasil.

Semoga kita menjadi orang tua yang bijaksana dan mau belajar aamiin.

(Dituturkan berdasarkan seminar parenting bersama pakar hipnoterapi, Bapak Arisandhi)


Rabu, 09 Mei 2018

Curhat Emak Tentang Film Avengers : Infinity War 1

pic from google

Setelah menunggu cukup lama untuk melihat film produksi Marvel Cinematic Universe, akhirnya kami yang merasa sok menjadi penggemar film-film marvel ini berangkatlah ke bioskop. Kami berempat, 2 anak, dua orang tua berniat menonton film terlaris dan terfamous sepanjang masa ini (lebay), Avengers : Infinity War.

Sebelumnya tentu saja kami melihat dulu trailer-trailer Film Avengers :Infinity War yang sudah beredar luas bak debu tertiup angin. Dari trailernya, kami tahu film Avengers : Infinity War ini bakalan sangat seru dan keren. Bagaimana tidak, jagoan kami semua tumplek-plek di film ini dan visualnya mantaf surantaf (katanya perpaduan film Lord of The Ring dengan Harry Potter, tapi kataku sih lebih keren ini...keukeuh :)) Padahal dari keindahan Wakanda pun kami sekeleuarga belum begitu move-on. Apalagi ama Mbak ku :D

Sebelumnya, aku sendiri yang bela-belain untuk datang sebelum hari H ke bioskop untuk beli tiket besok supaya kami bisa nontonnya bareng-bareng (Ish, setia kawan kan aku eh maksudnya setia ama keluarga). Ya, hanya untuk beli tiket film Avengers : Infinity war doang, nggak beli yang lain meskipun si kecil merengek mau ini dan itu, karena tujuannya hanya beli tiket ya langsung ngacir (Mak irit kan?)

Nah, tiba saat yang dinanti. dengan tergopoh-gopoh kami berlari menuju bioskop. Kami harus membeli setidaknya dua popcorn supaya di kecil anteng. Oh ya, satu hal lagi, jangan lupa dan jangan sampai lupa sama yang satu ini jika emak tak ingin nontonnya terganggu oleh rengekan anak kecil yang minta pulang, Earphone. Ya, kami selalu membawa earphone atau apa ya namanya yang biasa di pakai oleh youtuber itu lho. ehehehe...intinya peredam suara. So, selama film berlangsung si kecil asyik menikmati nyanyian balonku, pelnagi-pelangi, bunyi hujan dll di HP plus sekantong pop corn! Emak nya tegang sejak awal, lah wong langsung disuguhi screen Babang Loki yang dijamah habis-habisan oleh Babang Thanos.

"Bang Loki! Ayo dong menjilat seperti biasanya! Biar aman," kataku sedikit keras. (Mungkin orang di sekitarku pada sebel kali ya aku ngomong terus) wkwkwk.

Untungnya semua terhanyut oleh kegagahan Bang Thanos. Ya, di film Avengers : Infinity ini si Babang keren Thanos dibiarkan berbuat semena-mena oleh para hero. Dia dan kroni-kroninya berhasil menjamah banyak  superhero (aku mah jangan dijamah kasar-kasar ye bang) Meskipun ada beberapa yang tetap hidup walau telah diluluhlantahkan oleh babang Tamvan yang begitu menawan. Thanos bagaikan malaikat maut kali ini (Ya kali ini, karena ke depannya dia pasti akan hancur wkwkwk. Aku pun lanjut menjerit bak bidadari kehilangan pegangan (lebay) ketika si mama Gamora "terjun bebas" hingga mencium bebatuan dengan anggunnya (oh mama oh papa)

Tak beda ketika kroni Thanos berusaha mengambil batu akik di kepala Vision (main rebut aja nih si Babang) Aku juga menjerit! apalagi ketika dia tak bergerak lagi. Betapa hancurnya hati Wanda. I feel you, Wanda!

pic from google

Kesannya setelah menonton film Avengers :Infinity War adalah Tegang, lucu dan sedih! Bersyukur Hulk masih trauma hingga tetap jadi manusia dengan kelucuannya. Jika hulk berubah, lain lagi ceritanya kan? hehe... ah bisa aja nih babang skenario. Tapi bagian ini snagat menghibur lho. Bagaimana menurut kalian? Emak aja ngakaknya gak kelar-kelar.

Ada lagi kejutannya, aku hampir tak mengenali mas ganteng Steven Roger loh!Idiiih hoalah babang, emak suka gayamu yang ini! Lebih mateng, lebih keren meskipun tarungnya tak sehebat biasanya (maklum tamengnya masih belum ketemu, horang ganteng harus dimaklumi, ya kan?). Berbeda dengan babang ganteng level kapten, Thor si anak terlantar memiliki kisahnya sendiri yang sangat berat. Ya, karena dia harus kehilanagan seluruh harta bendanya. Padahal palunya aja belum ketemu, sudah kehilangan lagi dia. (Gpp ya bang, yang penting tidak kehilangan harga diri prok prok prok!)

Kalau diceritain semua rasanya bakalan panjang nih, belum lagi cerita si Groot, si Rocket dan teman-teman, Nebula, oh ya paman Ironman juga yang hopeless, Spiderman, Docter Sranger, Black Panther dengan pasukannya, Okoye dengan Black Widow dan Wanda (trio baru di film Avengers :Infinity War). Wah emak jadi nggak bisa momong anak jika semua diceritakan. Ini aja udah jerit-jerit di sebelah nih.

Intinya, emak yang biasanya duduk damai dengan dasternya sangat gembira bisa nongkrong nang bioskop, tapi emak sedih dan merasa digantung oleh film Avengers : Infinity War kali ini. Mosok Babang Thanos membuat semua babang tamvan hencur lebur hanya dengan jentikan jari?(Eits spoiler ini). Emangnya dia mau gitu hidup sendirian di dunia ini? Emak nggak bisa harus nemani hari tua dia yang berniat bertani. Bang, emak takut tangannya emak ini jadi kapalan. Lebih baik abang insyaf aja bang.

Etapi ssstttt ... di post creditnya ada kejutan lho. Lambang bendera itu, rasanya emak kenal deh. Iya, she is coming. Siapa dia? Cewek or Cowok? Tahan dulu rasa penasaran anda, karena emak juga sama penasarannya. Ah, Film Avenggers : Infinity War ini emang bikin penasaran semua penggemar di seantero jagad raya..ehem.

Hikmahnya apa sih dari dari film Avengers :Infinity War ini? emangnya ada hikmahnya? Ada atuh, banyak malah. Yang paling utama jadi orang itu jangan dendaman (memaafkan lebih baik dan lebih membahagiakan), jangan terlalu dalam mencintai dunia atau pasangan, ntar kalau dia "pergi" mampus lo. Sehebat-hebatnya Thanos, tapi kerennya di film ini adalah dia tetap memiliki hati (Ya , hati ) lihat kan bagaimana dia menangis? Bagaimana dia berpikir dulu sebelum bertindak? Tidak membabi buta layaknya film-film yang lain. Dia memiliki alasan untuk berbuat seperti itu. Alasan yang cukup manusiawi sih apalagi seukuran manusia galaksi yang mungkin beda tingkat emosinya.

Pokoknya keren dan seru seperti biasanya film Avengers mah. Aku sih sempet nyari Hawkeye dan Ant-Man hehe..Pokoe kudu nonton fIlm Avengers : Infinity War biar kamu tahu betapa kerennya seorang yang bernama Thanos itu.

Kalau untuk anak-anak sih belum cukup umur mak sepertinya untuk lihat film ini. Tapi kalau maksa, bolehlah asal dengan pendampingan (sedia eraphone mak). Jelaskan dan diskusikan setelah nonton malah bisa membuat hubungan sama anak semakin hangat. (itu sih menurut emak yang bukan psikolog, sumpah)

Pesannya : Untuk Babang Thanos, jika mau batu akik jangan ampe marah-marah gitu atuh bang. Di Indonesia banyak bang. Mau berapa? Mau jenis apa? Bacan? banyak tuh di tangan-tangan para pejabat. Sikat aja sekalian bang. Emak ridho yang penting jangan bawa-bawa narkoba ya bang. Et dah, sudah dulu deh cakap-cakap nya. si Adik sudah malah-malah mau bobo siang nih.