Jumat, 20 September 2019

Ini Dia Tujuh Duka Penulis Pemula Saat Berjuang Menembus Penerbit Mayor




Hai hai, selamat malam. Tulisan ini sih sebetulnya hanya pengalaman saya saja saat berjuang (ish gaya ya) menaklukan si Dia (eh maksudnya penerbit). Jadi tidak bisa digeneralisasikan untuk semua orang ya. Ada penulis yang lebih mudah jalannya mungkin, ada juga yang bahkan lebih sulit dari cerita saya ini. Dan, saya lebih fokus mengirimkan naskah anak ya. 

Baca juga : 30 Penerbit Mayor yang Menerima Naskah Anak

Kenapa sih harus penerbit mayor?

Bagi saya, mengajukan naskah ke penerbit mayor adalah tantangan. Sebuah tantangan yang harus saya taklukan. Penerbit mayor pasti memiliki standar naskah yang menurut mereka bagus. Mereka juga tak sembarangan menerima naskah yang masuk, artinya saya harus berkompetisi dengan penulis seluruh Indonesia. Karena itu, saya kudu bisa memenuhi standar itu. Saya kudu bisa membuat naskah yang unik, yang bisa membuat penerbit tertarik. Itulah muara akhir dari pembelajaran menulis saya selama ini. Artinya, jika di penerbit mayor tulisan saya sudah oke, berarti tulisan saya sudah mulai berkembang. 

Tetapi bukan berarti menerbitkan di penerbit indie tidak bagus, tetap bagus. Hanya saja kurang ada tantangannya menurut saya. 

Menerbitkan buku ternyata tidak mudah dan murah lo. Apalagi naskah cerita anak yang memerlukan waktu lebih lama, karena harus digambar dulu /ilustrasi. Di penerbit mayor, biasanya mereka mencetak buku sekitar 1500-2000 eksempler sekali cetak. Cetak banyak pastinya membutuhkan banyak biaya dong. Makanya mereka harus yakin dulu dengan naskah yang akan diterbitkan. Biasanya mereka melakukan survey pasar dan melihat peluang. Pokoknya pertimbangannnya kudu banyak, karena kan biayanya tidak murah. 

Mengirimkan naskah juga memerlukan kesabaran tingkat tinggi lo. Ada saja yang membuat kita kesal, sedih dan down. Nah, saya akan berbagi pengalaman khususnya yang Sangat Indah (Baca : kurang menyenangkan) saat mengirimkan naskah kepada penerbit nasional tentunya. Karena seorang penulis baik akan siap menerima pujian dan kesenangan, juga harus siap dengan segala kegagalan atau kedukaannya. Kuy ah cekidot!

1. Kirim naskah, No respon 

Ini pengalaman yang paling getir sih menurut saya hihi... Karena bagi saya lebih baik ditolak dengan tegas, daripada tidak dibalas sama sekali. Yah tapi mungkin kembali lagi ke kesibukan pihak penerbit. Saya akan selalu berpositif thinking, apa pun itu. Hingga 3 kali saya tanyakan pun tak sekalipun mereka membalas. Hingga saya pun menarik naskah saya. 

Kenapa bisa seperti itu?

Menurut saya, ada banyak alasan. Misalnya : mereka sudah tak suka tema yang saya ajukan sejak pertama kali baca (muak mungkin naskah tema gitu-gitu saja hihihi). Bisa jadi juga ajuan saya kurang lengkap (karena setiap penerbit memiliki standar konsep ajuan) mungkin saya belum tahu itu. Bisa juga sih karena saya kurang dikenal (penulis baru), hingga ada sedikit kekhawatiran untuk menerbitkan. Normal saja sih jika mereka lebih nyaman bekerjasama dengan penulis andalan mereka. Itu sih prediksi saya.

2. Kirim naskah, suruh ubah format, ujung-ujungnya ditolak juga.

Nah ini menohok juga guys haha... saya pernah mengirimkan naskah format kumpulan cerpen, disuruhlah ganti format jadi picture book berseri. Artinya apa coba? Ya nulis lagi dari awal dengan format beda guys! Ditambah lagi dengan deadline lo. Apa nggak bikin saya ketar ketir dan stress coba. 

Pas sudah kelar, kirimlah tuh naskah. Nunggu lagi sebulanan barulah ada jawaban kalau naskah saya temanya sudah umum. Sudah banyak yang buat, eksekusi juga biasa katanya. Jadi penerbit tidak bersedia menerbitkan naskah saya. Menghadapi yang begini saya hanya bisa mendoakan mereka dan berucap laahaula wala quwwata illa billah. 

Kenapa bisa demikian?

Menurut saya format baru yang saya buat tidak memuaskan penerbit. Mungkin juga ada penulis lain yang mengajukan naskah tema sama namun eksekusinya keren, atau bisa juga penulis itu lebih dikenal (penulis senior). Yang jelas penulis senior sudah memiliki banyak penggemar pastinya, sehingga penerbit pun tak segan menerima naskahnya walau pun tak selalu begitu. Sekali lagi ini hanya pendapat pribadi saya ya. 

3. Kirim, disuruh nunggu hingga 8 bulan, ditolak juga akhirnya hehe

Ini juga cukup menghancurkan mood hahaha... bagaimana tidak? Diberikan harapan palsu coba, siapa yang tahan? hihi.. 

Awalnya disuruh nunggu, lalu disuruh nunggu lagi, dan lagi. Hingga akhirnya mereka menyatakan kalau mereka tidak sedang membutuhkan tema itu. Yah, resiko la ya. Haha... Tapi mbok yo terima aja lo mas, mbak. Biar saya senang gitu. 

4. Kirim, Naskah ACC, Terbitnya yang Lama

Ini sebetulnya sudah sangat mendig banget. Alhamdulillah naksah di acc dan diproses hingga siap terbit, namun tidak jadi diterbitkan dalam waktu yang dekat. Alasannya sih, menunggu momentum yang tepat. Ya, kembali lagi memang penerbit kan nyari profit, makanya segala sesuatu perlu dipikirkan matang-matang. Untuk kejadian seperti ini sih kita sebagai penulis hanya perlu bersabar. Iya, menjadi seorang penulis artinya harus berteman dengan kesabaran. 

5. Kirim Naskah, Ternyata Ketlisut!

Nah ini kadang bikin gemes juga sih hihihi... bagaimana tidak? Kita udah menyangkanya naskah kita udah direview, eh ternyata dibaca pun belum. Ini pernah kejadian dua kali pada saya. Kirim naskah, setelah 3 bulan saya tanyakan ternyata Editor nggak tahu kalau saya kirim naskah itu. Alhasil saya disuruh nunggu dua bulan lagi. Ini juga ujian kesabaran. 

6. Maaf Kami Sedang Tidak Menerima Naskah

Biasanya saya kalau mau mengirimkan naskah ke penerbit yang belum pernah saya kirimi akan tanya dulu ke admin yang pegang akun medsosnya. Entah itu instagram atau facebook. Dan ada beberapa admin yang paham benar keadaan penerbitnya. Dia langsung bisa menolak naskah dengan halus. "Maaf untuk saat ini kami sedang tidak menerima naskah baru." begitu katanya. Admin seperti ini sebetulnya sangat membantu, artinya kita tidak perlu nunggu berapa bulan untuk mengetahui kabar naskah. 



7. Editornya Resign

Saya mengalami ini dua kali di penerbit berbeda. Yang pertama, naskah saya sepertinya disukai oleh Editor tersebut, namun beberapa bulan kemudian resign. Dan, karena komunikasi hanya lewat email, akhirnya tidak jelas dan saya tarik naskahnya. Lalu ada lagi nih baru-baru ini. Naskah saya dilimpahkan karena Editor sakit dan memutuskan resign. Begitu saya email editor yang baru, tak ada respon (tapi masih optimis, mungkin nanti akan dibalas). Semoga ya. 

Nah itu dia tujuh duka penulis pemula saat berjuang menembus penerbit mayor versi saya. Pure itu mah catatan saya, dan tak bisa disamakan dengan kisah siapa pun. Ini hanya bagian kecil kisah dari perjalanan saya sebagai penulis pemula, bagian besarnya tentu saja lebih banyak sukanya. Jadi jangan takut gagal, coba lagi dan lagi. Semakin ditolak, harus semakin semangat dan semakin banyak kirim. Saya pernah ditolak tiga kali berturut-turut oleh penerbit besar, alhamdulillah di naskah keempat akhirnya diterima. 

Perbanyak baca, perbanyak informasi, dan bergaullah dalam lingkungan yang positif. Jangan lupa juga minta doa suami jika emak seperti saya, minta doa orang tua terutama ibu, dan tetap laksanakan pekerjaan utama sebagai ibu dan istri di rumah dengan sebaik-baiknya. Semoga Allah memudahkan usaha kita semuanya, aamiin. 

Mojokerto, 20 September 2019

Senin, 09 September 2019

Persyaratan Mengikuti Ajang Seleksi Gerakan Literasi Nasional (GLN) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2019




Bulan Februari 2019 ada pengumuman tentang adanya kegiatan seleksi penulis buku anak untuk acara Gerakan Literasi Nasional yang digelar oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Sebetulnya kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun oleh pemerintah dalam rangka mencerdaskan anak bangsa dan dalam upaya meningkatkan minat literasi bagi anak-anak Indonesia. Namun, saya hanya tahu tahun 2019 ini saja, tahun sebelumnya belum tahu. Jadi inilah kali pertama saya ikut berpartisipasi. 

Berbeda dengan tahun lalu, tahun 2019 ini ketentuannya lebih mudah katanya. Kalau tahun sebelumnya harus menulis naskah lengkap lalu dicetak jadi dummy (buku contoh, tahun 2019 panitia hanya meminta outline saja. Nah, walau pun masih terbilang baru di dunia menulis buku anak, tapi saya ikut tertantang untuk ikutan daftar.



SYARAT-SYARAT YANG HARUS DIPENUHI

Beberapa persyaratan yang harus disiapkan adalah sebagai berikut :

1. FC KTP
2. Surat Pernyataan keaslian naskah dan kesediaan untuk mengikuti serangkaian kegiatan offline di Jakarta
3. Outline naskah yang terdiri dari Tema, Judul, fokus karakter, target pembaca dan sinopsis
4. Contoh gambar dari Ilustrator beserta biodatanya
5. Biodata penulis lengkap plus foto.
6. FC sertifikat kepenulisan atau prestasi (kalau punya).
7. Contoh buku yang pernah ditulis 5 eks (harus yang ber-ISBN)
8. Surat Pernyataan keaslian naskah dan kesediaan untuk hadir saat pertemuan plus materai 6000

Kurang lebih syaratnya itu. Tapi ya tidak mudah juga bagi saya. Yang paling berat tentu saja harus mengumpulkan buku karya saya sebanyak 5 eks. Secara saya hanya baru punya satu buku saja waktu, itu pun duet dengan Kakak Nazlah Hasni. Ya, saya pun mengumpulkan 5 buku saya yang berjudul "Kisah Hebat Hewan Langka di Dunia" penerbit Elex Media KOmputindo. Satu bukunya harga 98.000 an lo coba kali 5 berapa? Hehehe.. (lumayan kan modalnya) dengan catatan belum tentu lolos. 

Tapi niat saya waktu itu kalau pun nggak lolos nggak apa-apa toh buku saya nantinya akan tetap dibaca anak-anak Indonesia. Niatkan saja sedekah, beres. Karena kan Islam juga mengajarkan pada umatnya untuk tidak pesimis dan berburuk sangka. 

Oh iya, hadiah yang dijanjikan oleh Kemdikbud saat itu adalah sebesar 12.500.000/buku. Artinya jika kebagian nulis tiga buku, tinggal kali 3 saja. 



PERJANJIAN DENGAN ILUSTRATOR

Sebelum mengirimkan semua persyaratan, semua penulis harus udah deal dengan pihak ilustrator terkait dengan pembagian hadiahnya. Apakah dibagi dua atau ilustrator dibayar per lembar.  Saya sendiri memutuskan jika lolos akan membagi dua saja hadiahnya dengan Ilustrator pilihan saya. Saya berpikir kala itu, kalau saya lolos itu pun mungkin tak lepas dari doa-doa dan rezeki Ilustrator saya juga. Walau pun sebetulnya itu adalah hak penulis mau dibayar per lembar atau bagi dua. Tetapi kebanyakan ya dibayar per lembar sih memang lebih menguntungkan penulis. 

Saya pun meminta sampel gambar yang pernah dibuat oleh Ilustrator dengan perjanjian kalau menang hadiah bagi dua. 


MEMBUAT OUTLINE LENGKAP

Seperti yang sudah disinggung di atas, bahwa salah satu syarat ikut saringan penulis adalah mengirimkan outline cerita. Dimulai dari tema, judul, fokus karakter, target pembaca dan sinopsis lengkap. Tema, fokus karakter dan target pembaca sebetulnya sudah ditentukan oleh panitia, kita tinggal pilih sesuai dengan minat dan keinginan kita. Pilihan temanya ada 12, yaitu :

1. Sanitasi dan Kesehatan Lingkungan
2. Arsitektur Tradisional
3. Aktivitas Ekonomi Kreatif
4. Diversifikasi Pangan dan Tradisi Kuliner
5. Lanskap Perubahan Sosial Masyarakat Pedesaan dan Perkotaan
6. Bahasa dan Sastra Indonesia
7. Toleransi dan Kebhinekaan
8. Kebencanaan
9. Kesenian
10. Kecakapan Hidup
11. Antikorupsi
12. Kemaritiman

Saat itu, saya ambil tema Sanitasi dan Kesehatan LIngkungan karena saya pikir sesuai dengan keilmuan saya. Sayangnya, saya yang masih polos kala itu tak paham kalau bisa mengirimkan outline lebih dari satu. Saya pikir kalau outlinenya untuk dua buku, artinya buku saya yang dikirim pun harus nambah lima lagi dengan judul yang berbeda. Sementara saya hanya baru punya satu buku saja. Saat pertemuan ternyata ada lo yang kirim hingga sepuluh outline! Waah, dari situ saya bersyukur, alhamdulillah saya kirim satu pun bisa lolos. Ada banyak teman yang kebagian menulis tiga buku dan dua buku. Alhamdulillah, satu buku pun saya sangat senang. 

Nah, setelah semua syarat terkumpul, barulah kirim ke alamat yang tertera di panduan. Saya dulu mengirim lumayan berat, karena lima buku saya kan emang tebal-tebal. 

Setelah terkirim, saya harus menunggu berita beberapa MInggu dari Kementrian, apakah saya lolos atau tidak? Dan Alhamdulillah, Lolos teman-teman. Yeaaayy! sujud syukur! Ini merupakan anugerah dan rezeki yang tak terduga. Nama saya ada di urutan kedua dari akhir (karena kan huruf awalnya Y hehe). Saya sujud syukur dan terharu, karena akan bertemu dengan teman-teman penulis buku anak seluruh Indonesia. Penulis baru yang ketiban rezeki luar biasa dari Allah. 

Alhamdulillah, saya dinyatakan lolos untuk bisa mengikuti pertemuan penulis buku anak seluruh Indonesia. 

Ceritanya nanti bersambung ke judul : Mengurus Keberangkatan, Gosip-gosip, dan selama pertemuan penulis

Minggu, 10 Februari 2019

Masih Bingung Kirim Naskah Anak Kemana? Ini Dia 30 Penerbit yang Menerima Naskah Cerita Anak.



Hai hai ... selamat pagi menjelang siang!

Sesuai dengan janji yang udah kadung saya cetuskan di Fesbuk, maka saya pun menepati janji hari ini.
Yup, saya membuat daftar nama penerbit anak di blog pribadi saya ini setelah kecewa karena sesemedia yang hibernasi hingga content bagus milik saya ikutan hibernasi juga di sana hehe. Secara tulisan saya dulu tentang 21 Daftar penerbit buku anak juga ikut menghilang seiring dengan vakumnya media online tersebut. 

Agak sebel sih, udah capek-capek nulis, ealah malah nggak bisa dibuka. Terus berulang kali ada yang tanya tulisan saya yang itu. Dan saya hanya bisa kasih link gak bisa dibuka (link bodong dong xixixi😀)

Nah, mari kita move on dari tulisan di sana, saatnya kita beralih ke tulisan yang lebih komplit lagi nih. Kenapa lebih komplit? Karena sekarang ada sekitar 30-an penerbit anak yang akan saya ditulis (wow kan?). Kebetulan kemarin habis jalan-jalan dari bazar buku dan menemukan buku dengan  penerbit  yang baru saya kenal. 


Ini adalah hadiah buat yang sudah sabar nunggu tulisan saya. Terima kasih atas antusiasmenya menunggu daftar nama penerbit anak ini launching. Hihihi...

Udah tak sabar ya? Ini dia, 30 penerbit yang menerima naskah cerita anak berdasarkan hasil survey emak-emak rajin ini :

1. Gramedia Pustaka Utama (GPU)

GPU menerima naskah umum maupun islami / religi. Penerbit ini juga menerima naskah buku aktivitas dengan label Edutivity. Jadi silakan yang mau mengirimkan naskah anak baik berupa kumcer maupun picture book ke penerbit ini. Namun yang pasti, penerbit ini tidak menerima outline saja alias naskahmu harus sudah komplit, termasuk ilustrasi dan konsep buku. 

2. Elex Media Komputindo

Elex Media Komputindo masih satu rumpun dengan GPU. Penerbit ini memiliki dua lini khusus untuk buku anak, yaitu : 

a. Elex Kidz

Elex Kidz ciri khasnya adalah dongeng anak tema umum (bukan religi). Penerbit ini menerima naskah fabel, legenda, fairy tales dan lain-lain. Penerbit ini juga menerima naskah picture book berseri hingga buku aktivitas. Konsep buku picture book di Elex memiliki ke-khas-an sendiri, berbeda dengan konsep picture book pada umumnya (ada batasan word tiap halamannya). Untuk mengetahuinya ke-khas-an tersebut, silakan anda untuk membeli buku terbitan penerbit ini dan pelajari dengan seksama. 

Contoh buku terbitan Elex Kidz, Penulis Yeti Nurmayati alias saya dan Kak Nazlah Hasni:



b. Quanta kids

Penerbit Elex memiliki lini islaminya, yaitu Quanta Kids. Jadi jika kalian memiliki naskah anak bertema islami, boleh banget kirim ke penerbit ini. Pada umumnya, Quanta menerima naskah kumcer, biografi, kumpulan hadis, kumpulan doa, dan lain-lain. Tetapi tidak menutup kemungkinan untuk menerima naskah picture book. Coba saja ya. 
Oh iya, saya memiliki calon buku juga di penerbit ini, sebentar lagi akan launching. Doakan ya!

Buku saya pun sudah terbit! Buku bagus ini sudah ada di seluruh toko buku nasional ya, harganya 78.800 (iklan dulu boleh ye hehe).


Contoh Buku terbitan Quanta Kids



3. Bhuana Ilmu Populer (BIP)

BIP masih satu rumpun juga dengan Gramedia dan Elex. Penerbit ini banyak menerima naskah jenis picture book untuk segementasi 3+, 5+ bahkan 7+. BIP menerima naskah umum maupun religi. Untuk mengetahui tentang cara pengiriman naskah pada penerbit ini, silakan buka di Fanspage : Bhuana Ilmu Populer, karena ada sebuah formulir yang harus diisi ketika akan mengirimkan naskah. Agar mengetahui selera BIP, yang paling harus dilakukan adalah membaca buku terbitan penerbit ini dan pelajari. Oh iya, BIP juga banyak menerima naskah bilingual lho, jika anda memiliki kemampuan lebih, bisa menjadi pertimbangan penerbit. 

Lini  Islami Qibla

Qibla adalah lini islami dari BIP. Menerima naskah kumcer, picbook, ensiklopedia anak, biografi anak hingga komik. Sama seperti mengirim naskah umum, mengirim naskah isalmi juga tetap pada email yang sama namun beda subjek (ditujukan ke Qibla). Untuk formnya juga sama yang tertera di Fanspage BIP. 

4. Ziyad Visi Media

Ciri khas penerbit Ziyad Visi Media adalah pada sistem marketingnya. Mereka cenderung lebih memilih berjualan online dengan sistem reseller. 

a. Ziyadbooks

Ziyadbooks adalah penerbit khusus tema islami sebagai lini dari Ziyad Visi Media. Penerbit ini menerima naskah kumcer islami, biografi, ensiklopedia, hingga komik. Penerbit ini juga menerima naskah picture book. Jadi silakan untuk mengirimkan naskah pada penerbit ini. Untuk alamat email untuk pengiriman naskah bisa ditanyakan lewat messengger di fb : Ziyadbooks. In Sya Allah dijawab, saya pernah tanya soalnya hehe. 

b. Visi Mandiri

Visi mandiri publishing, khusus menerima naksah umum dan terutama buku pendampingan pelajaran sekolah. Penerbit ini menerima naskah kumcer sains, kumpulan fabel, kumpulan cerita realis anak. Tahun ini sepertinya Visi Mandiri pun menerima naskah picture book lo, ayo kirim!

Saya pribadi ada dua naskah di penerbit ini yang sudah Acc, semoga segera terbit ya teman-teman. Mohon doanya ya. 
Facebook penerbit adalah : Visi Mandiri. 

c. Bintang Kelas

Bintang kelas saya sering membacanya. Lini Ziyad Visi Media ini pada umumnya berupa tulisan yang berhubungan dengan sains. 

5. Funtastic M&C

Funtastic M&C masih satu rumpun dengan gramedia grup. Menerima naskah anak berupa kumcer, buku aktivitas, picture book, komik dan lain-lain. 

Lini Islami Qanza

Ini adalah lini baru dari funtastic yang khusus menerbitkan naskah anak tema islami. Untuk mengetahui seperti apa selera penerbit ini, anda harus membaca buku terbitan penerbit buku ini tentunya ya hehe..

6. Penerbit Kanak

Penebit kanak adalah penerbit mayor khusus buku anak sebagai imprint dari penerbit Bumi Aksara. Penerbit ini menerima naskah biografi, Kisah Nabi, kumcer anak tema umum dan lain-lain. Silakan follow facebook dan instagramnya : Penerbit Kanak.

7. Penerbit Cheklist
Penerbit ini sudah banyak menerbitkan buku anak, terutama buku-buku anak islami. Penerbit ini juga menerbitkan buku-buku aktivitas yang dikemas dengan sangat apik (selalu suka cover buku penerbit ini). Ciri khasnya adalah adanya barcode yang bisa discan android. Facebooknya : Penerbit Checklist

8. Scritto
Penerbit ini pun menerbitkan buku anak dengan tema umum maupun islami. Catatan untuk penerbit ini adalah naskah anda harus agak banyak ya jumlah halamannya. 

9. Diva anak
Nah kalau Diva ini yang saya perhatikan lebih banyak buku aktivitas anak TK, Kisah-kisah Nabi, Ensiklopedia dan lain-lain

a. Laksana kidz
Serumpun dengan Diva Kids, sama sih pada umumnya menerima naskah aktivitas dan kisah-kisah Nabi juga Buku-buku khas anak, seperti mengnal suara, dan lain-lain. Untuk detilnya silakan pelajari di facebook : Laksana Kidz

b. saufa kidz
Lini islami anak dari Diva press. Jadi untuk kamu yang memiliki naskah islami anak bisa kirim ke penrbit ini. 

10. Ruang kata
Ruang Kata hampir sama sih menerima naskah anak apapun bentuknya. Fanspage : penerbit Ruang Kata

11. Cikal aksara
Nah, kalau cikal aksara sepertinya lebih banyak menerbitkan naskah aktivitas untuk anak TK. Jadi bagi yang memiliki naskah buku aktivitas anak, cepetan kirim ke penerbit ini. Emailnya bisa ditanyakan ke mimin facebooknya. Fb :Cikal Aksara

12. Indiva
Penerbit Indiva lebih fokus menerima naskah kumcer dan novel anak lo. So buat kamu yang memiliki naskah kumcer dan novel anak, kirim ke penerbit ini. Tapi ingat, penerbit ini tak menerima naskah novel anak genre fantasi ya. 
Pokoknya ada syaratnya deh bisa baca di facebooknya : Penerbit Indiva. 

Oh iya, penerbit ini juga menerima naskah anak yang ditulis oleh penulis anak, yaitu Peci (penulis Cilik). Untuk Peci, bisa berupa kumcer juga lo. Usianya maksimal 12 tahun. 
Nah buat emaknya yaitu novel anak kirimnya ke Lintang bukan Peci. 

13. Penerbit Kido
Setahu saya, penerbit ini menerima naskah novel juga termasuk yang genre fantasi. 

14. Penerbit Keira
Nah, kalau penerbit ini bisa menerima segala jenis naskah anak. Pembayaran. Cobalah kirim ke penerbit ini ya. 

15. Salam kids
Untuk mencari tahu naskah yang tepat untuk penerbit ini, silakan lihat di fanspage nya : Salam Kids. 

16. Pro-Kids
Pro-Kids adalah lini buku anak dari penerbit Pro U Media. Penerbit ini menerima naskah khusus islami ya. Bisa bentuk kumcer, picbook bahkan novel. 

17. Aqwam
Penerbit Aqwam juga menerima naskah anak khusus islami ya. Saya pernah menanyakannya, jadi silakan kirim jika memiliki naskah anak islami. 

18. Pustaka Al-Kautsar
Pustaka Alkautsar menerima naskah anak terutama islami ya. Oh iya, penerbit ini memiliki imprint yang khusus untuk menerbitkan komik anak, yaitu Salsabila. Anda pasti tahu serial komik Al-Fatih yang best seller itu. Nah itu ada dibawah Salsabila ini. Pokoknya yang punya naskah komik anak islami, boleh kirim ke penerbit ini.

19. Dar! Mizan
Dar! Mizan yang merupakan imprint dari penerbit Mizan menerima naskah Kisah-kisah menakjubkan, picbook berseri, kumpulan picbook dan lain-lain. Hanya saja, sebelum anda kirim naskah ke penerbit ini, pastikan dulu penerbit sedang menerima naskah tidak? Follow Insatgramnya : Dar! Mizan

20. Pelangi mizan
Pelangi mizan juga adalah penerbit buku khusus anak imprint dari penerbit Mizan. Penerbit ini selain menjual buku dengan sistem Direct Selling, juga menerima naskah untuk buku retail lho. So, jangan ragu untuk mengirimkan naskah pada penerbit ini. Hanya saja, masa tunggunya agak lama ya. Sabar!

21. Noura books
Noura books terkenal dengan buku boardbooknya ya. Jika kamu memang memilik naskah dengan konsep yang unik dan menarik, boleh kirim ke penerbit ini.

22. Gema Insani Press
Gema Insani Press menerima naskah anak khusus islami ya. Bisa kumcer, picbook berseri, kumpulan picbook, biografi, buku aktivitas dan lain-lain. Fbnya : Gema Insani Press

23. Tiga ananda 
Tiga ananda adalah penerbit buku anak imprint dari penerbit Tiga Serangkai. Penerbit ini banyak menerbitkan buku picture book berseri lo. Jika kamu berminat menerbitkan picbook berseri, penerbit ini sangat produktif menerbitkan buku dengan konsep seperti itu. 

24. Wahyumedia
Nah, wahyumedia bisa menerima naskah umum maupun islami. Pada umumnya sih kumcer dan buku aktivitas.

25. Pensil warna
Saya baru saja kemarin tahu penerbit buku ini karena baca bukunya. Dari yang saya perhatikan, penerbit ini menerima naskah aktivitas anak dan kisah-kisah para nabi juga. 
Contohnya ini ya : 



26. Bintang kecil :
Buku-buku bintang kecil sepertinya memiliki ke khas-an, yaitu adanya barcode untuk di scan android. 
contoh :



27. Genta Group Production



28. Grasindo
Selain menerima novel dan buku dewasa, Penerbit Grasindo ternyata menerima naskah anak juga lho Gess. Umumnya naskah yang diterbitkan bentuk cerita dan aktivitas. Untuk lebih mendalami bentuk naskah apa yang dibutuhkan, kalian harus membeli buku terbitannya dulu Gess. Baca dan pelajari, lalu buat karya sendiri.

Lini Islami Qafila

Nah, Grasindo juga memiliki lini islaminya juga Gess. Saya pernah baca buku terbitannya bentuknya boardbook. So, jangan ragu mengirimkan naskah umum maupun islami ke penerbit ini ya. 

29. Booku 
Ini juga penerbit yang baru saya kenal.
Contoh bukunya : 


30. Pustaka Ilham

Saya pun baru tahu penerbit ini di bazar buku kemarin. Silakan detilnya dicari tahu ya, siapa tahu anda berjodoh. hehe

Nah, itulah 30 penerbit buku anak yang siap menerima kiriman naskah kamu, iya kamu! Masih bingung? Jangan dipikirkan, yang penting tulis dan kirimkan, udah itu saja. Buat naskah terbaik, bidik penerbit yang sesuai dengan naskah kamu, lalu kirim dan tunggulah dengan sabar. Karena Editor juga perlu banyak pertimbangan untuk menerima atau menolak naskah kamu. Sebaiknya kalau untuk yang pertama kali kirim ke penerbit tersebut, kirimkan naskah utuh atau komplit ya, agar Editor mudah mereviewnya. 

Selamat kirim-kirim naskah, jangan lupa minta doa suami dan ibu bagi yang emak-emak seperti saya. Bagi yang lajang, minta doa ibu dan ayah agar naskahnya Acc. Teruslah belajar dan menulis, tetap jaga semangat dan jangan menyerah. 

Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga bermanfaat. 

Minggu, 03 Februari 2019

Inilah 5 Ketakutan Penulis Pemula yang Akan Membuatnya Gagal Berkembang!



Hai hai, selamat pagi kawan!

Siapa nih yang mau jadi penulis?

Faktanya, profesi penulis semakin banyak peminatnya lho. Kenapa coba? Ya salah satunya biar bisa curhat lewat tulisan. Eh salah, maksudnya biar memiliki jejak sejarah ketika kita sudah tak ada lagi di dunia ini. Ya, kan? Bukan? Iya sih setiap orang memang memiliki tujuan dan niat beda-beda pastinya. Namun yang pasti tak ada yang abadi di dunia ini, kecuali tulisanmu! Maksudnya tulisan atau ilmu yang kita bukukan atau tuliskan akan tetap abadi kemanfaatannya bahkan ketika kita sudah tak ada lagi di dunia ini. Lihat saja para ilmuwan muslim yang sudah berabad-abad lamanya tak ada di dunia ini, tapi tetap abadi dalam setiap tulisannya Makanya kalau nulis harus yang bermanfaat ya, karena akan dibaca banyak orang dan tentu saja akan dimintai pertanggungjawabannya kelak (ingat, ingat Yeti!)


Betewe, serius lo, penulis kini kian membanjir. Semua berlomba untuk menghasilkan karyanya. Sebenarnya bak angin segar sih, banyak orang ingin membukukan buah pikirannya. Artinya dunia literasi Indonesia akan semakin ramai. Tetapi eh tetapi, tak semua orang cukup berani untuk ambil resiko apapun dalam prosesnya. Masih ada yang sebetulnya tulisannya bagus, namun malu-malu atau bingung bin galau untuk memublikasikannya. Sebagaimana kita ketahui, menulis tak semudah yang dibayangkan. Kalau cuma curhat sih gampang ya, tetapi menulis lebih dari sekedar curhat pastinya. Ada banyak hal menyangkut teknis dan lain-lain yang harus diperhatikan penulis agar tulisannnya ciamik dan diminati. 

Menjadi penulis pemula sangat tidak mudah (saya merasakannya) hihihi...ada banyak kekhawatiran yang menyergap akan tulisan kita itu. Ada rasa malu, takut, minder dan perasaan lainnya saat pertama kali membuat karya. Namun seiring waktu perasaan itu alhamdulillah sedikit demi sedikit terkikis, menghilang dan mulai pede.

Berikut saya tuturkan beberapa ketakutan penulis pemula berdasarkan yang saya alami tentunya ya.


1. Takut salah dan diketawain senior

Dahulu saya pun pernah berada di titik ini. Saya takut salah, saya takut diketawain bahkan dibully oleh senior. Saya malu karya saya dibaca orang lain. Namun dengan tekad kuat saya memutuskan tetap berjalan meskipun pelan. Saya tetap menulis meskipun bisa dibilang jauh dari kata bagus jika dibandingkan teman seangkatan saya. Dengan modal minim ilmu, minim bacaan, saya terus mencoba, tentu saja juga mulai membiasakan baca. Saya paham itu adalah proses, saya tahu segala sesuatu harus berproses agar hasilnya bagus (tidak mudah goyah dan lembek). Tidak bisa instant, langsung bisa bagus, tidak. Saya harus banyak melakukan kesalahan, saya harus salah dulu agar tahu yang benar seperti apa. Saya harus berpayah-payah dulu, agar kelak bisa bersenang-senang.

2. Takut diremehkan hingga takut dibenci senior

Ini juga kadang menjadi pertimbangan penulis pemula. Mereka takut hasil diremehkan, karyanya dicibir, disepelekan bahkan dibilang sampah! Aku mah apa atuh? Hanya serpihan rengginang bau di ujung toples! Hihihi... Ada yang begitu? banyak. Malu memublikasikan karya, takut ini takut itu. Ada lagi yang takut jika melampaui seniornya. Menahan diri untuk tidak berkembang karena takut melebihi prestasi senior. Why? Bukankah senior akan senang dan bahagia melihat juniornya bahagia dan sukses? Alhamdulillah sih senior saya mah mendukung banget, nggak ada yang julid, semuanya positif. Tetapi mungkin di tempat lain masih ada yang begitu (cerita teman sih :)).

3. Takut ditolak penerbit

Ada yang takut ditolak penerbit? Ada dong. Dia selalu saja ragu jika mau kirim naskah, tidak percaya diri karena begini dan begitu. Padahal jika kamu mau ambil resiko, pasti jatah ditolakmu akhirnya akan habis dengan sendirinya. Dan tibalah kamu di fase diterima dan diterbitkan! Kirimkan saja, masalah ditolak atau di terima itu urusan belakangan. Setelah usaha maksimal, kirimkan dan berdoa yang terbaik bagi karya kita itu. 
Ingat, tak selalu apa yang kita anggap baik itu memang baik menurut Tuhan.

4. Takut menuliskan genre tertentu

Ada yang idealis tak mau menulis genre tertentu? Ada. Bahkan ada juga yang katanya tidak mau nulis novel genre fantasi misalnya. Ada. Tidak mengapa sih kalau menurut saya. Hanya saja mungkin ketika genre idealmu tak disukai penerbit manapun itu yang harus kamu terima. Karena penerbit juga menyesuaikan selera pasar, jika naskahmu tidak sesuai maka ya harus terima resiko.

5. Takut dikritik!

Ada ya penulis yang takut dikritik pedas? Ada. Bahkan ada yang sampai membenci si Pengkritik. Padahal eh padahal, mestinya kamu bersyukur dan berterima kasih jika ada yang mengkritik apalagi misalnya penulis yang tak diragukan lagi kecakapannya. Dengan kritik, itu artinya kamu dikasih tahu dimana letak salahmu. Jangan bahagia ketika bertemu teman yang apabila disuruh baca karya kita, dia jawab bagus-bagus doang. Antara malas berpikir, tidak peduli, sungkan atau tidak paham itu. Hehe...

Tetapi saya sih masih suka mereka yang mengkritik tidak di depan umum. Kalau di di kelas training sih ya wajar, karena sedang belajar dan semua diharapkan belajar dari kritik tersebut. Namun jika mengkritik di medsos hingga dibeberkan kekurangannya, apa itu tidak malah membunuh semangat di penulis? Syukur-syukur jika penulisnya tebal muka, nah kalau penulisnya baperan pasti akan sangat down bahkan mungkin trauma. Ya, meskipun kataya jadi penulis itu jangan baperan, tapi jika segitunya kan tetap masuk di hati. Ya, kan? 

Nah, ada banyak ketakutan yang akhirnya  membuatmu tak berkembang. Kamu pernah takut yang mana nih? Untuk jadi penulis tentu saja dituntut keberanian agar karyanya bisa dibaca dan dinikmati para pembaca. Bukankah itu tujuan kita jadi penulis? Tulisan kita dibaca dan dinikmati orang? Jika malu dan masih takut, ya siap-siap saja jalan di tempat. Kamu nggak balakan kemana-mana, Gaess!

Selasa, 16 Oktober 2018

Inilah 7 Hal Penting yang Wajib Dilakukan Oleh Penulis Pemula Agar Sukses!




Halo Gaesss...

Banyak penulis pemula yang bertanya kepada saya maupun ke teman saya yang lebih senior di bidang tulis menulis, bagaimana sih kiat menjadi penulis sehebat atau sekeren Mbak A (Suwer ... bukan saya ya, karena saya belum keren banget, baru keren aja hihihi)? Saya juga termasuk penulis pemula, biar begitu, tapi saya tahu apa yang kamu mau. Hihihi...

Gaess, menulis itu mudah, anak SD-pun bisa melakukannnya. Tetapi membuat tulisan yang disukai dan diminati penerbit itu tak mudah. Dibutuhkan kesabaran, ketekunan, motivasi, belajar terus menerus hingga akhirnya tahu banyak hal. Buka mata, buka telinga, baca dan serap berbagai ilmu yang mungkin kamu dapat di mana saja. Jika niatmu hanya untuk seru-seruan, nulis hanya untuk syurhat, maka tidak perlu kamu belajar banyak. Tinggal tulis aja, kan gampang.

Kok bisa sih Mbak itu lagi Mbak itu lagi yang diterima naskahnya di penerbit? Aku kapan?
Hai Gaess, ketahuilah bahwa seorang penulis senior pun pernah junior, pernah terseok-seok, pernah dibully, sering ditolak, dan berbagai ketidaknyamanan lainnya. Mereka yang saat ini kamu lihat sebagai orang yang hebat dan ngetop, dahulunya sama kerasnya berjuang bahkan mungkin lebih keras lagi dari kita. 
Baca juga : 5 Tips Sukses Memenangkan Lomba Menulis, Nomor 5 penting Banget!

Lalu aku harus bagaimana? Daripada kamu bingung, nih baca saja tulisan ini yang wajib kamu lakoni dengan ikhls jika ingin jadi penulis yang sukses.

Mana mana? Bentar! Nggak sabar amat! Hehe

1. Nikmati prosesnya

Semalam mengikuti sharing dari penulis buku nonfiksi religi, beliau juga seorang Ustad. Beliau menuturkan bahwa naskahnya diterima oleh penerbit hanya dalam waktu 30 menit saja. Sampai-sampai temannya tidak percaya. Ya, beliau bilang bahwa dibalik 30 menit itu ada dua tahun lamanya dia belajar merangkai kata hingga menjadi tulisan yang ciamik. Dua tahun konsisten. Kamu baru berapa bulan? Sudahkan konsisten? hehe

2. Baca

Ya, baca ibarat amunisi bagi seorang penulis. Dia akan mudah menulis jika di kepalanya sudah banyak ilmu yang diserap. Membaca buku apa saja tentu akan memperkaya wawasan kita yang tentunya akan berpengaruh pada fase mencari ide atau gagasan. Dengan membaca juga membuat tulisan yang kita buat tak akan mentok (stuck), karena kita telah memiliki banyak stok ide di kepala. Masih males baca?

3. Memiliki "Dapur" yang Komplit

Menulis tentu saja akan membutuhkan banyak referensi apalagi untuk tulisan nonfiksi yang notabene tidak boleh ngarang. Jika kita memiliki dapur (perpustakaan) yang komplit tentu memudahkan kita untuk menulis. Milikilah buku-buku referensi yang akan menunjang tulisanmu. Beruntung bagi kamu yang sudah memiliki dapur yang komplit dan rajin baca. Kamu hanya perlu sedikit usaha lagi.

4. Konsisten Berlatih

Hai hai, kamu! Iya kamu! Menulis membutuhkan proses. Seseorang yang konsisten berlatih tentu akan memiliki tulisan yang lebih baik dan enak dibaca daripada yang tidak pernah latihan. Menulis selain membutuhkan ilmu, juga membutuhkan kedisiplinan. Yang paling paham kondisi kamu ya kamu sendiri, maka buatlah jadwal menulis sesuai dengan waktu yang kamu bisa dan cobalah untuk konsisten.

5. Ikut Training kepenulisan

Nah, jika kamu memiliki uang, ikutlah kelas menulis dengan genre yang kamu minati. Tidak perlu mahal, sesuaikan dengan budget kamu. Setelah ikut kelas menulis, maka saatnya kamu mengamalkan ilmu alias praktik. Ini mah ikut training sana sini, praktiknya malas. Ya sama saja dengan bohong. Percayalah, jika kamu benar-benar praktik dari satu training saja yang kamu ikuti, maka pasti akan mendapatkan hasil. Saya sudah membuktikannya lo (Nggaya! haha)

Rekomendasi training yang bisa kamu ikuti : genre anak (Wonderland Family, Kurcaci Pos, Kelas menulis Watiek Ideo, dll), Fiksi dan Novel (Cloverline Creative, MDP-nya Kak Rosi Simamora dll) dan masih banyak lagi training online yang bisa kamu ikuti. Jangan pelit kalau mau bisa, hihi.

6. Jangan Baper

Ketika berproses, adakalanya kamu menemukan ketidaknyamanan ketika dikritik. Buka mind set kamu, camkan dalam otak bahwa kritik yang kamu anggap pedas itu sebetulnya untuk kebaikan kamu. Banyak penulis pemula yang ogah-ogahan dikritik, padahal dengan kritik kita jadi tahu dimana letak kesalahannya dan segera memperbaikinya. Terima kritik dan jadikan itu pelajaran untuk karyamu agar lebih baik.

Bagaimana akan tahu letak kesalahannya jika di kasih masukan aja nggak terima? Ya kan?

Tapi, tidak perlu pedas begitu kali! Hai, setiap orang memiliki style dalam mengkritik.
Saya pernah merasa terharu ketika ada seorang peserta training cerpen yang saya kasih krisan (kritik dan saran) mengatakan bahwa gara-gara saya yang sedikit galak waktu itu (sedikit ya), dia jadi belajar banyak. Endingnya kini, cerpennya dipuji oleh sang mentor (mantap kan!)
Beda lagi kalau dia dulu sebel dan ngedumel lalu berhenti menulis. 

7. Mencari Bukan Menunggu

Ini maksudnya buat kamu yang ingin mencoba peruntungan mengirim ke penerbit. Jadi intinya kamu harus mencari tahu bukan menunggu kesempatan. Kamu harus aktif mencari informasi baik itu ke sesama penulis yang sudah senior maupun ke penerbit sendiri. Jadilah orang yang SKSD di jalan yang benar (gimana itu maksudnya?) hahaha silakan artikan sendiri.

Gaes, itulah sedikit cuap-cuap dari seorang penulis pemula yang masih terus belajar. Jika ada pengalaman lain yang kalian punya, boleh tulis dikomentar ya. Semua penjelasan di atas adalah hasil dari pengalaman dan pengamatan saya, maafkan saya jika ada salah-salah kata. Doakan agar buku-buku saya segera terbit, supaya bisa berbagi pengalaman lagi pada kalian.

Teruslah menulis dan ukirlah sejarahmu sendiri!





Selasa, 02 Oktober 2018

Inilah 5 Tips Mudah Mengajarkan Anak Bersepeda Roda Dua

Source : www.parenting.co.id


Halo selamat malam,

Mau berbagi kisah pribadi saja, karena setelah saya survei di facebook, tak sedikit ibu-ibu yang kebingungan mengajarkan anak supaya bisa bersepeda roda dua hehe.

Biasanya anak mulai suka memakai bersepeda usia TK (4-5 tahun) karena melihat temannya.
Menurut saya wajib hukumnya anak laki-laki maupun perempuan bisa menggunakan sepeda . Karena selain membuat anak semakin percaya diri, juga merupakan skill dasar sebelum anak belajar mengendarai sepeda motor. Ini ilmu dan keahlian yang wajib bagi semua anak sebagai bekal hidupnya.
Bersepeda roda dua bagi anak tentu tak mudah, karena mereka sudah terbiasa dengan sepeda roda dua yang ada roda bantunya di belakang. Tetapi ketidakmudahan ini justru bisa dijadikan pembelajaran dan pengalaman berharga bagi anak. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari belajar sepeda roda dua, seperti belajar sabar, pantang menyerah, berani, dan lain-lain. Bagi anak, bisa memakai sepeda roda dua itu adalah kebanggaan tersendiri. 

Bersepeda juga sangat bagus bagi kesehatan dan kebugaran anak. Bukan hanya itu, manfaat bersepeda juga bisa sebagai ajang sosialisasi dengan temannya. Yang lebih kerennya lagi, bersepeda bersama dapat mempererat ikatan antara anak dan orang tua.

Lalu bagaimana cara mengajari anak agar bisa bersepeda roda dua?

1. Keinginan dari dalam Diri Anak

Pertama dan paling utama adalah keinginan untuk belajar bersepeda roda dua adalah berasal dari dalam diri anak. Jadi, si anak lah yang harus memiliki keinginan untuk bisa. Semakin anak besar keinginannya, maka belajar pun agar lebih cepat bisa.

Bagaimana cara menumbuhkan minat anak untuk memiliki keinginan belajar sepeda roda dua?
Tentu saja dengan seringnya anak berhubungan dengan dunia luar. Maksudnya anak sering bermain dengan temannya, apalagi jika temannya itu sudah pandai bersepeda roda dia. Dengan sering melihat temannya, otomatis anak akan mau dengan sendirinya (termotivasi). Anak-anak jangan dikekepin terus di rumah ya ayah bunda, bebaskan dia untuk bermain dengan anak sebayanya.

2. Dampingi Prosesnya

Ketika anak sudah memiliki keinginan untuk belajar, maka tugas orang tua mendampingi. Jangan malas apalagi menyepelekannya. Perlihatkan pada anak bahwa ayah atau bunda pun semangat mendampinginya. Lebih berkesan jika ayah bunda pun ikut bersepeda, pasti anak pun makin semangat.

3. Berikan Informasi yang Penting

Sebelum memulai belajar, berikan pengetahuan /pembekalan pada anak tentang cara bersepeda yang baik. Berikan informasi tentang cara mengerem, bel, bersepeda di sebelah kiri, berhenti dulu dan tengok kanan kiri kalau mau nyebrang dan lain-lain. Jangan lupa katakan pula hal-hal tak terduga yang mungkin terjadi, seperti jatuh dari sepeda, tergores dan sebagainya. Tujuannya agar anak lebih siap jika hal itu terjadi.

4. Teknik yang Mudah

Bisanya jika anak sudah lancar mengayuh di sepeda sebelumnya, akan mudah ketika belajar roda dua. Orang tua tinggal memegang dari belakang sebentar saja, in sya Allah sudah bisa mengayuh mseki satu atau dua kayuhan. Ada juga orang tua yang memilih memberikan anaknya sepeda keseimbangan khusus untuk belajar keseimbangan. Itu bisa jadi alternatif juga, belajar keseimbangan dulu barulah diberikan sepeda yang ada kayuhnya. Tetapi jika tidak belajar sepeda keseimbangan pun, asal orang tua sedikit bersabar dan anaknya semangat, pasti akan cepat bisa. Yang patut diperhatikan adalah kaki anak bisa menyentuh tanah agar bisa menahan sepeda ketikaakan jatuh.

Seperti halnya anak saya, Azni. Dia memang memiliki semangat besar untuk bisa, dalam dua hari belajar saja (@sekitar 30 menit), dia sudah bisa mengayuh sendiri meski masih jatuh-jatuh kakinya (belum jauh). Namun dia percaya diri, karena saya dorong dan dukung. Tiga hari dia sudah balapan dengan teman-temannya hehe

5. Selalu berikan pujian pada Anak

Jika anak berhasil melakukan suatu perbuatan yang baik, maka orang tua wajib memujinya. Katakan kalau ayah atau bunda bangga dengan perjuangan anak dalam belajar sepeda roda dua sampai bisa. Ingat ayah bunda, bagi anak bersepeda roda dua itu sulit dan penuh perjuangann. Jangan samakan dengan pikiran orang tua ya.

In sya Allah dari proses belajar sepeda roda dua anak akan belajar bahwa jika dia bersungguh-sungguh pasti akan berhasil, dia juga akan tahu bahwa sabar itu memang memberikan keuntungan baginya.

Bagi orang tua, ayo semangat mengajarkan dan mendampingi anaknya belajar sepeda. Semoga berhasil ya.





Minggu, 05 Agustus 2018

Inilah 2 Kalimat Ajaib yang Bisa Membuat Anak Tidak Keras Kepala Alias Menurut. Ada Informasi Tentang Generasi Stroberinya Juga Lho!


Pic from Google

Anak bunda keras kepala? Suka melawan? Tak bisa dibilangin? Itu sih faktor orang tuanya Bun, hehehe...

Mohon maaf sebelumnya, saya nulis ini hanya berbagi ilmu yang saya dapatkan dalam sebuah school parents, diadakan di sekolah anak saya yang besar dengan narasumber seorang perempuan ahli parenting dan ahli hipnoterapi, yaitu Umi Fadhilah (titelnya panjang, makanya jadi lupa mau menuliskannya) wkwkwk.

Masalah anak sekarang kian beragam dan kompleks ya, Bun. Sialnya masalah mereka itu sangat berbeda dengan masalah ibu bapaknya zaman dahulu, betul tidak? Jika dahulu masalah anak itu sederhana, sekarang jadi sangat ruwet. 

Baca juga : Inilah Trik Ampuh Agar Anak Mengikuti Apa yang Orang Tua Harapkan

Apa pasal?

1. Orang tua sekarang ingin enaknya saja/gampangnya saja. Males mendidik anaknya, lebih mempercayakan pada pembantu atau sekolah.
Betul tidak?
Coba sekarang saya tanya, "Bunda memiliki kurikulum anak di rumah?" saya yakin mungkin hanya beberapa saja yang memiliki. Padahal anak itu 80% dibentuk di rumah, 20 % di sekolah. Aapalagi untuk anak di bawah tujuh tahun, itu benar-benar pendidikan rumah yang mendominasi. Pada fase ini, fondasi karakter anak dibentuk.
Siapa yang membentuknya? Ya orang tuanya dong. Makanya ada sebuah statement dari seorang ahli hipnotherapi, "orang yang memutuskan untuk menikah dan memiliki anak, otomatis harus belajar bagaimana memahami anak".

2. Orang tua tak mengupgrade ilmu tentang perkembangan anak zaman now. Anak diperlakukan sama dengan apa yang dia dapat saat kecil. Padahal itu zaman telah lamaa bangeeett..

Coba kita bandingkan zaman dulu kita waktu kecil dengan dunia anak sekarang. Anak sekarang kurang mengenal makna "perjuangan" mencapai sesuatu, serba mudah dan serba disediakan.

Kenapa ya bisa begitu? Karena ibu bapak zaman now semua sibuk nyari uang. Uang itu untuk siapa kalau bukan untuk anak. Begitu kan? Makanya anak pengen ini, oke. Pengen itu, oke. Yang penting anteng dan nggak ganggu kerjaan Ayah dan Bunda! Betul tidak?

Nah dari situ timbullah apa yang dinamakan GENERASI STROBERI.
Wah, apa itu generasi stroberi?
Semua tahu kan buah stroberi? Tampak imut, lucu, manis, tampak manis dan menarik. Namun dibalik itu, rasanya kecut, kulitnya kasar dan rapuh.

Generasi stroberi adalah generasi yang  kecerdasannya snagat luar biasa, namun kepribadiannya rapuh. Dapat masalah sedikit, stress. Dapat kendala seiprit, putus asa dan lain-lain. Itu terjadi nanti saat anak dewasa. Sementara dibentuknya dari kecil.

Anak tak pernah mendapat masalah, tak pernah diajarkan makna perjuangan, segala dikasih dan difasilitasi, maka akan terbentuk karakter yang rapuh dan mudah putus asa.

Siapa lagi yang salah? Ya orang tuanya lah. Emang siapa lagi?

Biasanya generasi stroberi ini lahir dari sekolah "wah" yang wali muridnya middle class ke atas. Mereka orang berada yang sangat memberikan kepercayaan pada sekolah tersebut untuk mendidik anaknya.
Anak dimanja, jika diberikan sedikit kesusahan oleh pihak sekolah, orang tuanya akan protes. Anak dininabobokan.

*(Pembahasan generasi stroberi akan saya tulis lebih lengkapnya nanti)

3. Adanya Gempuran Gadget
Tak ada satu pun anak yang tidak suka main gadget/game. Semua suka.
Tahu tidak kenapa anak suka main game? Karena di dalam game anak merasa dihargai dan diapresiasi. Lihat saja game-game anak bunda, pasti pertama itu disambut, lalu jika menang dapat penghargaan dan bisa hidup kembali. Kenapa kita tidak belajar dari game? Cobalah bunda menyambutnya, lalu kasih penghargaan jika anak berbuat baik, maka mungkin dalam alam bawah sadar anak akan merekam dan mempengaruhi karakteristiknya kelak.
Game dari Hp atau pun dari manapun itu tentu saja berdampak negatif bagi anak. Anak yang kecanduan game tidak akan mengenal waktu, tak mau mendengar dan cenderung pemarah. Tetapi tak ada pilihan memang bagi orang tua, maka pembuatan jadwal main game mungkin menjadi solusi.

Nah, bagaimana biar anak tidak keras kepala, ngeyel, membangkang dan bahkan menganggap orang tuanya cerewet?

Menurut Umi Fadhilah (pakar parenting dan hipnoterapi), ada dua kunci ampuh supaya anak tidak keras kepala, membangkang dan ngeyel.
1. Anak kadang menganggap kita cerewet alias bawel. Maka dia akan protes atas sikap kita. Nah makanya Bunda harus mengaplikasikan ilmu ini terus menerus agar anak mengingatnya.

"Sayang, Bunda pernah menjadi kamu, sedang kamu belum pernah menjadi Bunda."
Kalimat sakti ini bisa dikatakan sejak kecil, dan jika anak mulai lupa, maka ulang kembali kalimat itu hingga anak mengingatnya terus jika Bunda pernah sepertinya dahulu. Kalimat ini bisa ampuh dalam masalah apapun dan sampai kapanpun. Anak mulai remaja, dia akan percaya pada bunda karena bunda pernah remaja.

Baca juga : 3 Hal Krusial Dalam Mengasuh Anak yang Sering Terlupakan Oleh Orang Tua Menurut Pakar Hipnoterapi

2. Libatkan kata Allah dalam setiap kalimat.
"Silakan kakak tidak salat juga, Mama tidak marah. Tapi ingat ada Allah yang akan marah."
Libatkan kata Allah dalam ucapan, agar anak memang takut sama Allah bukan sama orang tuanya. Sehingga ketika orang tuanya tidak ada pun, mereka akan takut sama Allah dan melakukan kewajibannya.

Nah ada bonus buat anak yang susah bangun pagi. Ini disebut alarm alami. Caranya ketika akan tidur, bunda tanya "mau bangun jam berapa?" anak jawab jam 5.
Katakan tiga kali, "jam lima kita?" anak menjawab "bangun!" dan suruh bayangkan jam lima di dinding, maka in sya Allah dia akan bangun jam lima pagi.

Intinya begini ya bunda, apapun yang hari ini telah menjadi kebiasaan buruk anak, akar penyebabnya adalah kesalahan pola pengasuhan orang tua. Orang tua yang bahagia akan mampu mengasuh anaknya dengan sangat baik, sebaiknya jika orang tua tida bahagia, maka pengasuhan anak pun terbengkalai. Kebahagiaan hati bunda terletak pada cinta pasangannya, oleh karena itu tugas suami untuk selalu mengisi tangki cinta istrinya agar selalu bahagia. Pertama dan yang paling utama kunci sukses mengasuh anak adalah, orang tua yang bahagia. Lupakan masa lalu, kejelekan yang lalu, dendam dan kesalahan masa lalu,  mulai hari ini dan ke depan jadilah sosok hebat yang benar-benar mencintai dan dicintai anak, hingga anak dnegan bangga akan menyebut anda sebagai bunda yang terbaik dalam hidupnya.